Obama Dukung Pernikahan Sesama Jenis

Dalam sebuah wawancara dengan Robin Roberts dari ABC, Rabu pekan lalu, Presiden Barack Obama menyatakan bahwa pasangan sesama jenis harus diizinkan untuk menikah. Sikap seperti ini mungkin dapat menyenangkan basis politik tertentu, tapi juga mengecewakan kalangan lain, termasuk pihak kristen. Komentar ini adalah kali pertama seorang Presiden AS secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pernikahan sesama jenis.

Tentang hal ini, Kardinal Timothy Dolan, ketua Konferensi Uskup Katolik AS, sangat menyesalkan pernyataan obama. Seperti dilaporkan Reuters, Dolan menyatakan, bahwa gereja tidak bisa hanya diam menghadapi kata-kata atau tindakan yang akan merusak lembaga pernikahan.Kata dia, Rakyat negeri ini (AS), terutama anak-anak, layak mendapat sesuatu yang lebih baik.

Komentar senada datang dari Pendeta dari kalangan Injili. Pendeta Pantekosta, Charles Bargaineer dari Persekutuan Besar Gereja hitam “New Fellowship Church of God” di pinggiran Orlando, Winter Park, Florida, merasa sangat terganggu dengan posisi Obama. Dia mengatakan mungkin akan mempertimbangkan kembali dukungannya terhadap pria yang dipilihnya pada 2008 itu. Charles menilai hal seperti itu tidak tepat dikatakan oleh seorang Presiden, sebab Alkitab dengan sangat gamblang melawan hal itu.”
Sementara itu, komentar dukungan terhadap pernyataan Presiden Obama juga datang dari seorang Pendeta. Seorang pendeta gay, Pendeta Scott Clark dari Seminari Teologi San Francisco di San Anselmo, California, mengatakan hal itu menggembirakan bagi orang-orang gay. Presiden Amerika Serikat akhirnya mengakui martabat dan kemanusiaan penuh dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender, kata dia.

Dikatakan Obama, istri dan kedua putrinya telah membuatnya yakin untuk mendukung pernikahan sesama jenis.

“Saya telah menyimpulkan, bagi saya pribadi, penting bagi saya untuk menegaskan bahwa saya pikir pasangan sesama jenis seharusnya bisa menikah,” kata Obama dalam wawancara dengan ABC News seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/5/2012).

Namun ditekankan Obama, keputusan untuk melegalisasi pernikahan sesama jenis harus diserahkan ke masing-masing negara bagian.

Sebelum ini Obama mendukung kuat perlindungan bagi pasangan gay dan lesbi. Namun Obama tak pernah terang-terangan menyatakan dukungannya akan pernikahan sesama jenis.

Dikatakan Obama, sikapnya berubah setelah berbicara dengan dua anak perempuannya, Malia dan Sasha yang memiliki teman-teman yang punya orangtua gay.

“Mereka tak bisa menerima bahwa orangtua teman-teman mereka akan diperlakukan berbeda. Itu tak masuk akal bagi mereka, dan jujur saja, hal itulah yang mendorong perubahan dalam perspektif,” ujar Obama.

Belakangan Obama berada dalam tekanan politik mengenai isu pernikahan gay setelah Wakil Presiden AS Joe Biden menegaskan bahwa dirinya benar-benar bisa menerima pernikahan sesama jenis.

Sikap Obama mendukung pernikahan sesama jenis ini bertolak belakang dengan capres unggulan Partai Republik, Mitt Romney, yang akan menantang Obama dalam pemilihan presiden November mendatang. Romney telah lugas menyebutkan dirinya menentang pernikahan sesama jenis.

Sumber: Reformata / Detik / ABC