Iran Terus Menerus Memenjarakan Umat Kristen

Gembala sidang Youcef Nadarkhani telah membuat berita internasional dan akhirnya memenangkan kebebasannya setelah dipenjarakan dan dijatuhi hukuman mati oleh sebuah pengadilan Iran, tetapi beberapa orang Kristen lainnya tetap tinggal di penjara-penjara negara Islam tersebut hanya karena iman mereka.

Para pembela orang-orang lelaki dan perempuan ini, yang menolak untuk menyangkali kepercayaan Kristiani mereka di sebuah negara di mana mereka dikelilingi oleh populasi yang tidak bersahabat yang jauh lebih banyak jumlahnya, mengatakan bahwa peluang terbesar mereka untuk mendapat kebebasan adalah melalui tekanan internasional.

Kurang dari 1 persen populasi Iran terdiri dari orang-orang dengan iman non-Islam, menurut World Factbook CIA, dan orang-orang Kristen, Yahudi, dan Hindi menghadapi penganiayaan yang tak henti-henti.

‘Iran telah meningkatkan penganiayaan sistematik yang mereka lakukan terhadap orang-orang Kristen pada tahun-tahun terakhir ini, menutup gereja-gereja, membakar Alkitab, memenjarakan orang-orang percaya, dan menggunakan ancaman dan taktik intimidasi untuk menekan ekspresi agama,’ kata Tiffany Barrans, Direktur legal internasional bagi American Center for Law and Justice (ACLJ), yang telah membuat kampanye yang sukses untuk pembebasan Nadarkhani.

Sumber: “Nadarkhani bebas, tetapi penjara-penjara Iran masih menahan banyak lagi orang-orang Kristen,” Fox News, 13 September 2012