Iran Berusaha Singkirkan Umat Kristen

Penangkapan umat kristiani, pelarangan ibadah, baik di gereja terdaftar maupun persekutuan doa di rumah-rumah tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejak Natal tahun lalu, Barnabas Found mencatat serangkaian kasus dan upaya pihak berwenang Iran untuk menyapu bersih gereja dan persekutuan doa di rumah umat kristen wilayah Ahwaz, Shiraz, Esfahan, Tehran dan Kermanshah. Beberapa gereja resmi dalam catatan Barnabas Found menjadi target juga. Tidak itu saja, umat Kristen juga mengalami tindakan buruk dengan penyitaan harta benda termasuk rumah dan tempat kerja mereka oleh pemerintah.

Gelombang penangkapan menargetkan anggota gereja biasa, salah satunya adalah seorang wanita berusia 78-tahun dan para pemimpin. Giti Hakimpour, 78 tahun, ditangkap dalam serangan di rumahnya di Esfahan pada 22 Februari lalu. Petugas menggeledah apartemen anggota gereja yang aktif ini lantas dan menyita beberapa barang miliknya. Kendati Giti kondisinya sedang tidak baik, dalam masa pemulihan paska operasi di lutut, namun pihak berwenang tetap saja menangkapnya. Namun setelah para pemimpin gereja dengan gigih memperjuangkan, Giti akhirnya dibebaskan pada 25 Februari lalu.

Bersama dengan Giti, Hekmat Salimi, pendeta dari sebuah gereja lain di Esfahan juga ditangkap pada hari yang sama. Barang-barang berharga miliknya, seperti dilaporkan Barnabas Found disita oleh agen keamanan. Disebutkan pihak berwenang menyita komputer, buku dan barang-barang pribadi lainnya.

Gelombang penangkapan ini disinyalir sebagai respons Iran atas tekanan internasional terhadap program nuklir yang mereka canangkan.

Sumber: _http://reformata.com/news/view/6384/gelombang-penangkapan-umat-kristen