Ilmuwan Temukan Obat Panjang Umur

Media massa sedang ramai berspekulasi tentang suatu pengumuman baru-baru ini bahwa para ilmuwan telah berhasil menghentikan proses penuaan dalam tikus dengan cara pengobatan stem cell (sel induk). Ada wartawan yang menerima pengumuman ini dengan harapan kuat bahwa ini akan menjadi obat panjang umur dalam waktu dekat ini.

Penelitian tersebut, yang dipublikasikan tanggal 3 Januari dalam Nature Communications, menginjeksikan sel-sel dari tikus muda yang sehat ke dalam tikus-tikus dengan penyakit progeria (suatu penyakit penuaan). Rentang umur tikus-tikus yang disuntik tersebut meningkat tiga atau empat kali lipat, dan gejala-gejala penuaan berkurang.

Orang yang percaya Alkitab memiliki kabar baik sekaligus kabar buruk bagi mereka yang menanti-nantikan dengan penuh harap suatu obat yang dapat menghentikan kematian. Kabar buruknya adalah: tidak akan pernah terjadi.

Alkitab mengatakan bahwa upah dosa ialah kematian, dan bukanlah tikus yang berdosa melawan Allah; manusia yang telah berdosa. Setiap manusia. Ilmu pengetahuan tidak dapat menyelamatkan baik tubuh manusia maupun jiwanya. “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibr. 9:27).

Kabar baiknya adalah bahwa Yesus Kristus menawarkan keselamatan dan mereka yang mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat memiliki hidup yang kekal. Walaupun tubuh yang fana dan berdosa ini akan mati, roh tidak akan terpisahkan dari Kristus dan pada kedatanganNya kembali, tubuh akan dibangkitkan menjadi immortal.

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rom. 6:23).