Gembala Umar Mulinde Diserang Dengan Cairan Asam

Pada malam Natal 2011 (24 desember 2011), beberapa orang ekstrimis muslim melemparkan asam kepada Umar Mulinde, gembala sidang Gereja Gospel Life di Manasuba, Uganda, seorang gembala gereja yang sebelumnya beragama Islam.

Serangan yang jahat itu menyebabkan luka bakar berat dan membutakan satu mata dan menciderai mata lainnya. “Dari tempat tidurnya di rumah sakit di Kampala, dia memberitahu Compass bahwa dia sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat untuk perayaan bersama seluruh jemaat dan ratusan petobat Kristen baru, ketika seseorang yang berpura-pura Kristen mendekati dia, “Saya mendengar dia berseru dengan suara nyaring, Pastor, Pastor, dan katika saya berbalik dan melihat dia, dia menuangkan cairan itu ke muka saya, sambil orang-orang lain menuangkan cairan ke punggung saya dan mereka lari sambil berseru allahu akbar”, tutur Mulinde, yang terlihat masih trauma dua hari setelah serangan.

“Luka bakar akibat asam ini sedemikian parah sehingga urgen memerlukan penanganan spesial”, ujar seorang Kristen setempat, Musa Baluku Symutsangira.

“Saya telah menerima beberapa ancaman sejak lama sekali, dan yang terakhir ini yang paling parah”, kata Mulinde.

Mulinde terkenal karena debat-debatnya, baik lokal maupun internasional. Dalam debat-debat itu ia sering menantang orang Muslim berkaitan dengan agama mereka. Pengetahuannya yang luas tentang Qur’an dan kemampuannya mengutip Qur’an dalam khotbah, membuat dia banyak teman sekaligus musuh. Dia telah sering mengandalkan polisi untuk perlindungan selama kampanye KKR di Uganda.

“Mulinde menjadi suatu ancaman yang besar bagi mereka yang tidak dapat menerima tantangannya sambil dia berdiskusi dan berdebat dengan orang Muslim,” kata Dr. Joseph Serwadda, seorang pemimpin gereja setempat.

Mulinde sudah menikah dan memiliki 6 anak, berusia 14, 12, 8, 6, dan anak kembar berusia 3 tahun. Mulinde telah mengalami cedera dan serangan beberapa kali dan sejak pertobatannya kepada kekristenan tahun 1993″ (“Muslim Extremists in Uganda” Christian Post, 28 Des. 2011).

Sumber: graphe-ministry.org / wayoflife.org