Dusun Tempat Tinggal Yesus Ditemukan

Pada tahun 2009, tim arkeolog di Israel berhasil menemukan peninggalan yang sangat berharga. Mereka menemukan puing-puing sejumlah rumah dalam penggalian mereka, yang diduga merupakan bagian dari suatu dusun dimana Yesus Kristus (Isa al Masih) pernah tinggal.

Penemuan dusun itu berada di Nazareth, yang menurut Alkitab merupakan kota tempat tinggal Yesus di masa kecil. Berdasarkan penelitian awal, reruntuhan dusun yang dihuni sekitar 50 keluarga itu kemungkinan berdiri kokoh di era Yesus.

nazareth-dusun-yesus2

Rumah-rumah itu kemungkinan dibangun dengan sangat sederhana dan merupakan tempat tinggal keluarga Yahudi yang miskin. Tim arkeolog membayangkan di tempat seperti itulah kemungkinan Yesus menghabiskan masa kecilnya dan bermain bersama teman-teman sebaya.

nazareth-dusun-yesus3

Kompleks kumuh tempat tinggal Yesus itu tak jauh dari lokasi dimana Malaikat Gabriel – menurut referensi Alkitab – memberi kabar kepada Maria bahwa dia akan melahirkan seorang putra yang istimewa dan menjadi juru selamat manusia.

nazareth-dusun-yesus4

Kini, lokasi penampakan Gabriel itu menjadi bangunan Gereja (Basilika) Pekabaran (Annunciation). Nazareth kini menjadi kota Arab terbesar di Israel bagian utara dan memiliki penduduk 65.000 jiwa. Mayoritas penduduk Nazareth saat ini adalah umat Islam.

Namun, tim arkeolog mengungkapkan bahwa situasi 2.000 tahun lalu sangat berbeda. Saat itu, belum ada yang namanya komunitas Kristen maupun Muslim dan satu-satunya tempat ibadah adalah Kuil Yahudi di Yerusalem. Nazareth, yang saat itu adalah kota kecil, terletak di dekat wilayah konflik antara penguasa Romawi dengan para pemberontak Yahudi.

nazareth-dusun-yesus5

Kaum Yahudi dari Nazareth sengaja membuat rumah-rumah berbentuk gua sebagai kamuflase agar tidak dilacak oleh tentara Romawi. Demikian menurut Yardena Alexandre, ketua tim penggalian dari Badan Otoritas Purbakala Israel.

Berdasarkan bahan bangunan yang ditemukan di lokasi penggalian, Alexandre menilai bahwa reruntuhan rumah itu dulunya merupakan tempat tinggal bagi “keluarga Yahudi sederhana.” Para pekerja penggalian sangat berhati-hati membersihkan kepingan-kepingan reruntuhan.

“Kemungkinan inilah tempat dimana Yesus dan orang-orang di masanya hidup,” kata Alexandre. Yesus kecil bisa jadi bermain di sekitar rumah yang kini menjadi puing-puing bersama dengan saudara dan teman. “Ini baru sugesti logis,” lanjut Alexandre.

Penemuan itu disambut hangat oleh umat Kristen setempat. “Ada ungkapan yang menyatakan bila manusia tidak bisa bicara, maka batu-lah yang berbicara,” kata Pendeta Jack Karam.

Berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti arkeologi Allah ijinkan ada di kehidupan manusia untuk segala kemuliaan bagi Dia, mari kita menggunakan segala pikiran, tenaga dan keahlian kita bagi kemuliaan namaNya.

Sumber : Berbagai sumber