Kristen Alkitabiah

Artikel Kristen, Berita Kristen dan Belajar Alkitab

Belajar AlkitabPerjanjian LamaSejarah

Tokoh – Tokoh Penting Dalam Kitab Kejadian

Kitab Kejadian sebagai kitab pertama di dalam Alkitab tidak hanya menceritakan perjalanan kehidupan manusia. Interaksi antara Allah dengan manusia, awal mula perjanjian Allah dengan manusia bermula dari kitab kejadian. Dalam Kitab Kejadian, terdapat beberapa tokoh penting yang memiliki peranan signifikan dalam narasi dan sejarah umat manusia. Mari kita bahas secara singkat berbagai tokoh di dalam kitab kejadian secara singkat meliputi peranan, kehidupan, orang tua dan lokasi tempat tinggal mereka.

Adam dan Hawa (Kejadian 1 – 3)

Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan. Mereka tinggal di Taman Eden dan menjadi nenek moyang seluruh umat manusia. Mereka hidup dalam keadaan sempurna hingga jatuh ke dalam dosa dengan makan buah terlarang. Adam tidak memiliki orang tua karena diciptakan langsung oleh Tuhan dari debu tanah. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Adam dan Hawa diceritakan hidup di Taman Eden, yang terletak di suatu tempat yang tidak jelas, yang sering kali diasosiasikan dengan wilayah Mesopotamia.

Nuh (Kejadian 6 – 10)

Nuh terkenal dengan peristiwa air bah. Nuh dipilih Tuhan untuk membangun bahtera dan menyelamatkan keluarganya serta berbagai spesies hewan dari air bah sebagai hukuman atas dosa manusia. Nuh dikenal sebagai orang yang benar dan saleh pada zamannya. Ia memiliki tiga anak: Sem, Ham, dan Yafet. Nuh adalah putra Lamekh dan cucu Metusalah. Nuh tinggal di Mesopotamia.

Abraham dan Sara (Kejadian 11 – 21)

Abraham dikenal sebagai “bapa orang beriman”, karena ia menerima janji Tuhan untuk menjadi bangsa yang besar. Sara adalah istrinya yang melahirkan Ishak di usia 91 tahun, ketika Abraham berusia 100 tahun. Mereka meninggalkan kota Ur atas perintah Tuhan dan menetap di Kanaan. Abraham adalah putra Terah. Sara adalah putri Haran. Awalnya tinggal di Ur, kemudian berpindah ke Kanaan. Abraham hidup hingga umur seratus tujuh puluh lima tahun (Kejadian 25:7). Abraham memiliki dua gundik yang penting dalam kisah hidupnya, yaitu Hagar dan Ketura.

Sara

Sara, istri Abraham awalnya bernama Sarai. Namanya diartikan sebagai “Putri raja” atau “ibu bangsa-bangsa” (dari nama Sara). Sara berasal dari Ur-Kasdim. Kecantikan Sara menarik perhatian Firaun di Mesir dan Abimelekh di Gerar. Dalam kedua situasi ini, Abraham meminta Sara untuk mengaku sebagai saudaranya demi melindungi dirinya (Kejadian 12:10-20; 20:1-18). Tuhan melindungi Sara dari bahaya dan mengembalikannya kepada Abraham. Sara meninggal di Kiryat-Arba, Hebron pada usia 127 tahun (Kejadian 23:1-2).

Hagar

Hagar memiliki anak yang bernama Ismael (Kejadian 16). Hagar adalah seorang Mesir, yang diberikan kepada Sarai (istri Abraham) sebagai gundik ketika Sarai merasa tidak bisa memiliki anak. Hagar melahirkan Ismael ketika Abraham berusia 86 tahun. Setelah melahirkan, Hagar mengalami penindasan dari Sarai dan melarikan diri. Namun, ia kembali setelah mendapat perintah dari malaikat Tuhan yang memberitahunya bahwa keturunannya akan sangat banyak dan bahwa anaknya harus dinamai Ismael, yang berarti “Tuhan mendengar” (Kejadian 16:1-15). Ismael kemudian menjadi nenek moyang dari banyak bangsa Arab (Kejadian 16:10-12; Kejadian 25: 12-18).

Ketura

Ketura diambil sebagai istri oleh Abraham setelah kematian Sara. Ketura memiliki anak – anak, yaitu Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak, dan Suah. Kepada anak – anak Ketura, Abraham memberikan sedikit harta (pemberian) dan mengirim mereka pergi ke timur (Kejadian 25: 1-6)

Ishak dan Ribka

Ishak adalah anak Abraham dan Sara, serta penerus janji Tuhan kepada Abraham. Ishak memperistri Ribka melalui tuntunan Tuhan pada hamba Abraham, yaitu Eliezer (Kejadian 24). Ishak adalah putra Abraham dan Sara; Ribka adalah putri Betuel. Ishak dan Ribka tinggal di Kanaan. Ribka awalnya mandul, Ishak berdoa kepada Tuhan agar istrinya dapat mengandung. Doanya dikabulkan, dan Ribka hamil dengan sepasang anak kembar, Esau dan Yakub (Kejadian 25:20-21).

Yakub dan Rahel

Yakub memiliki nama lain, yaitu Israel. Yakub meneruskan janji Tuhan kepada Ishak. Ia memiliki dua istri, Rahel dan Lea, serta dua budak perempuan yang menjadi ibu dari anak-anaknya. Yakub dikenal karena mencuri hak kesulungan dari saudaranya Esau. Yakub awalnya tinggal di Kanaan, kemudian melarikan diri ke Haran untuk bekerja bagi Laban. Yakub membeli hak kesulungan dari Esau dengan semangkuk sup (Kejadian 25:29-34) dan kemudian menipu ayahnya, Ishak, untuk mendapatkan berkat yang seharusnya menjadi milik Esau (Kejadian 27:1-37). Di Haran, Yakub jatuh cinta pada Rahel dan setuju untuk bekerja tujuh tahun bagi ayah Rahel, Laban. Namun, Laban menipunya dengan memberikan Lea sebagai istri pertamanya. Yakub kemudian bekerja tujuh tahun lagi untuk menikahi Rahel (Kejadian 29:15-30). Yakub meninggal di Mesir pada usia 147 tahun setelah pindah ke sana bersama keluarganya akibat kelaparan di Kanaan (Kejadian 47:28-31).

Yusuf

Yusuf adalah salah satu anak Yakub yang dijual oleh saudara-saudaranya ke Mesir tetapi kemudian menjadi penguasa kedua setelah Firaun berkat kemampuannya menafsirkan mimpi. Yusuf tercatat dua kali menafsirkan mimpi. Ketika Yusuf berada di penjara, ia menafsirkan mimpi dua tahanan, yaitu kepala juru minuman dan kepala juru roti Firaun. Setelah dua tahun, Firaun mengalami dua mimpi yang mengganggu pikirannya. Mimpi pertama adalah tentang tujuh sapi gemuk yang dimakan oleh tujuh sapi kurus. Mimpi kedua adalah tentang tujuh bulir gandum yang subur dan tujuh bulir gandum yang kering. Mimpi Firaun ini ditafsirkan oleh Yusuf. Penafsiran Yusuf akan mimpi Firaun, menyelamatkan Mesir dari bencana kelaparan dengan memberikan saran untuk menyimpan cadangan makanan selama masa kemakmuran.

Tokoh-tokoh ini memainkan peran penting dalam narasi Kitab Kejadian dan membentuk dasar bagi sejarah umat manusia menurut tradisi Yahudi dan Kristen.