Maria Di Atas Tabut Perjanjian

Salah satu gereja Katolik yang dibawahi oleh Kardinal George (orang yang menjadi partner dialog John Armstrong untuk mencari persatuan) adalah Gereja Katolik Santo Stanislaus Kostka. Di gereja itu ada gambar Maria di atas Tabut Allah. Maria digambarkan sedang duduk di atas Tabut, di tempat yang mestinya ditempati oleh hadirat Allah dalam Kemah Suci, dan sedang dikelilingi oleh kerub-kerub yang menyembah.

Gambar yang menghujat ini bertempat di altar tengah tempat misa dilakukan. Literatur resmi gereja tersebut mengatakan bahwa gambar tersebut merefleksikan doktrin Katolik bahwa Maria dilahirkan tanpa dosa, bahwa dia ikut serta dalam penderitaan Kristus bagi umat manusia, dan bahwa dia diangkat secara jasmaniah kepada kemuliaan dan dimahkotai sebagai Ratu Surga. Ini adalah murni penghujatan. Tabut Perjanjian berlokasi dalam Ruang Maha Kudus di dalam Kemah Pertemuan Perjanjian Lama, dan adalah tempat hadirat Allah (Kel. 25:22). Malaikat tidak menyembah makhluk ciptaan (Kis. 14:11-15; Wah. 19:10).

Gereja-gereja Roma Katolik penuh dengan berhala. Di berbagai gereja Katolik di 20 negara dan di seluruh Roma, dan Maria dihormati lebih daripada Yesus. Setiap orang “Injili” atau “Baptis” atau “Protestan” yang mengatakan hal-hal positif tentang Roma dan yang berpartisipasi dalam hubungan ekumenis dengan Roma, atau yang gagal menyuarakan kesesatan-kesesatan parah dari Roma akan memberi tanggung jawab di hadapan Allah karena telah menolak untuk “berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3) dan karena telah berdiam diri di hadapan kejahatan.

Sumber: Graphe Ministry / Way of Life