Wanita Pakistan Dihukum Mati Karena Bertanya Tentang Islam

Berumber dari Jawaban(12 November 2010) yang diterjemahkan dari CBN News, sebuah pengadilan di Pakistan menjatuhi hukuman gantung terhadap seorang wanita Kristen dengan tuduhan penghujatan terhadap Islam.

Release International, sebuah kelompok yang membantu orang Kristen yang teraniaya melaporkan bahwa Asia Bibi bekerja kepada para wanita Muslim yang menekan dirinya untuk meninggalkan imannya.

Bibi menanggapi tekanan tersebut dengan mengatakan kepada mereka bahwa Yesus telah mati di kayu salib bagi seluruh umat manusia. Dia kemudian bertanya kepada mereka apa yang telah dilakukan Muhammad untuk mereka. Pemimpin Muslim setempat menuntut agar Bibi dihukum karena dianggap menghujat dengan pernyataannya itu.

Bibi yang berusia 30-an ini bersikeras bahawa dirinya tidak bersalah dan bersumpah untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Sementara itu, Andy Dipper selaku CEO Release International, tertegun oleh putusan pengadilan.

“Pakistan telah melewati batas dengan menjatuhi hukuman mati pada wanita yang dianggap menghujat,” ujarnya. “Akibatnya Bibi telah dijatuhi hukuman mati karena membagikan iman Kristennya,” tambahnya.

“Dalam kasus-kasus sebelumnya, hukuman mati tidak dilaksanakan dengan baik. Tapi ini bisa berarti hukuman seumur hidup bagi Bibi dalam kondisi yang mengerikan menanti giliran untuk dihukum mati,” ujar Dipper.

Pakistan, sebuah negara demokrasi dengan populasi lebih dari 170 juta orang, secara rutin menargetkan orang Kristen atas kejahatan penghujatan.

Pada bulan Oktober lalu, Release International menyerukan hari doa bagi negara-negara yang menganiaya Kristen minoritas.

“Undang-undang penghujatan memupuk ketidakadilan dan main hakim sendiri,” ujar Dipper. “Hukum ini harus dicabut. Jadi, mari berdoa bagi Pakistan.”

Wow.. Luar biasa, hanya dengan bertanya seperti itu sudah dianggap menghujat di Pakistan ? Sebuah kebenaran yang benar – benar adalah Firman Allah patut disampaikan dengan penuh kasih dan baik, bukan dengan pemaksaan atau kekerasan. Siapapun berhak untuk mengikutinya atau tidak.

Kebenaran yang sejati disampaikan sesuai dengan Firman Tuhan, tidak perlu menggunakan kekerasan atau pemaksaan, dan orang yang benar – benar mencari Tuhan akan menyelidiki manakah Firman yang sejatinya dari Allah dan manakah yang bukan.