Theolog Pencetus “Allah Sudah Mati” Meninggal

William Hamilton, yang memimpin gerakan “Kematian Allah” pada tahun 1960an, mati minggu ini pada usia 87 tahun. Theologi-nya yang liberal menjadi populer karena masuk sebagai artikel utama di majalah Time dengan judul “Apakah Allah Mati” pada tanggal 8 April 1966. Artikel tersebut dilandaskan kepada ulasan buku Hamilton, yang dia tulis bersama dengan Thomas Altizer, berjudul Radical Theology and the Death of God.

Hamilton menolak Allah karena penderitaan yang dia saksikan di dunia, seperti penderitaan di kamp-kamp kematian Nazi. Dia berargumen bahwa hanya ada dua pilihan. “Allah tidak berada di balik kejahatan-kejahatan radikal seperti itu, sehingga pastilah Ia tidak seperti Allah yang digambarkan secara tradisional, atau Allah ada dibalik segala sesuatu, termasuk kamp-kamp kematian dan oleh karena itu Ia adalah pembunuh.”

Sebenarnya, ada pilihan ketiga, yang adalah pilihan Alkitabiah. Jawaban Alkitab terhadap masalah penderitaan adalah bahwa manusia telah memberontak melawan Allah dan kejatuhan manusia adalah hal yang menyebabkan dunia menjadi kacau. Allah tidak dapat dipersalahkan atas kejahatan-kejahatan manusia, karena manusia melakukan semua itu atas kehendak bebasnya, tanpa Allah tentukan.

Manusia telah memberontak melawan Allah di taman Eden, mempercayai kebohongan Iblis, “Kamu akan menjadi seperti Allah,” dan menolak Allah Pencipta dan hukum-hukumNya yang kudus dan baik. Adalah konyol dan bodoh bagi manusia untuk mengusir Allah dari hidupnya dan membangun dunia tanpa hukum-hukum Allah, lalu berbalik dan mempersalahkan Allah ketika kekacauan terjadi. Tetapi itulah yang manusia lakukan! Tidak heran bahwa Alkitab dua kali mengatakan bahwa sang atheis adalah seorang yang bodoh (Maz. 14:1; 53:1).

Hamilton sudah mati, tetapi Allah sangatlah hidup, dan bukti-bukti eksistensiNya begitu banyak dan tak dapat dibantah bagi mereka yang tidak membutakan diri. Allah tidak menelantarkan ciptaanNya, Dia dengan sabar mengerjakan rencana penyelamatanNya yang kekal. Saat ini, dalam suatu tindakan kasih yang tak dapat terselami, Dia menawarkan keselamatan yang kekal bagi setiap orang berdosa yang bertobat dan menaruh iman kepada Kristus. Satu hari Kristus akan kembali, sesuai janjiNya, untuk mendirikan kerajaanNya dan membenarkan semua hal yang salah di dunia ini.

Sumber: graphe-ministry.org / wayoflife.org