Simson dan Gerbang Filistin

“Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron” (Hak. 16:3).

Kekuatan Simson yang diberikan oleh Allah sungguhlah luar biasa. Dia membunuh seekor singa seolah-olah anak domba (Hak. 14:6). Dia membunuh 1000 orang Filistin dengan rahang keledai (Hak. 15:15). Dan dia memindahkan sepenuhnya gerbang suatu kota.

Gaza adalah kota utama Filistin dan diperkuat oleh tembok-tembok tinggi dan sebuah gerbang yang besar, setidak-tidaknya tiga meter tingginya dan tiga meter lebarnya, cukup kuat untuk bertahan melawan pasukan musuh yang menyerang. Gerbang di Asdod, suatu kota Filistin yang lebih kecil, memiliki lebar 3 meteran. (M. Dothan, “The Foundation of Tel More and of Ashdod,” Israel Exploration Journal, 23, 1973, I, hal. 10-11), dan gerbang-gerbang Ekron, juga sebuah kota yang lebih kecil, setebal tiga meter (Ekron – A Philistine City,”Israel Ministry of Foreign Affairs”, 23 Nov. 1999).

Gerbang di Gaza semestinya terdiri dari dua pintu yang tebal yang bisa dipalang, dan engsel di sampingnya kemungkinan berputar pada kantong batu. Banyak gerbang kuno yang juga dilapisi logam, atau minimal diperkuat oleh lempeng-lempeng logam. Simson mengangkat gerbang yang dipalang itu sekaligus dengan engsel di sampingnya, dan membawanya semuanya pergi. Ini terjadi seolah dia mengangkat bunga dari tanah, walaupun Dr. William Barrick menghitung berat dari gerbang bersama tiang sampingnya seharusnya minimal antara lima sampai sepuluh ton (“Samson’s Removal of Gaza’s Gates,” drbarrick.org, n.d.) Dan Simson membawa gerbang itu sampai ke Hebron, yang berjarak sekitar 50 km jauhnya dan 1000 meter lebih tinggi.

Simson adalah pribadi yang menakjubkan tetapi pada akhirnya menyedihkan. Dia adalah seorang hakim yang dipanggil Allah yang dapat mengalahkan Filistin, tetapi dia tidak dapat mengalahkan keinginan seksual dirinya sendiri.

Sumber: Way of Life