Sepuluh Perintah Mengasuh Anak

images (31)Nas Alkitab: Efesus 5: 24-25, Amsal 28:13, Matius 6: 14-15, Kolose 3:13

Salah satu pertanyaan paling umum yang kita dapatkan dari orang tua Kristen adalah bagaimana mengasuh anak. Mereka ingin saran spesifik dan praktis untuk membesarkan anak-anak mereka dengan cara terbaik. Pasangan suami istri biasanya memahami tanggung jawab umum mereka sebagai orang tua, tetapi berkenaan betapa perlunya bantuan dalam hal spesifik komitmen-komitmen mereka pada Alkitab untuk secara optimal mengawasi dan melatih anak-anak mereka.

Apakah Anda sedang memikirkan tanggung jawab Anda sebagai orang tua terhadap buah hati Anda? Mungkin Anda sedang melakukan penegasan kembali prinsip-prinsip alkitabiah terhadap anak-anak Anda yang lebih tua (Tidak ada kata terlambat ! ), atau bahkan sebagai kakek-nenek terhadap cucu-cucu Anda? Berikut ini ada “sepuluh perintah” dari Firman Tuhan yang sungguh akan bermanfaat bagi Anda, keluarga Anda, dan gereja Anda.

1. Kejarlah Kebenaran di dalam Pernikahan Anda

Suami-suami, Anda perlu menunjukkan kepada anak-anak Anda bagaimana seorang suami mengasihi istrinya, sama seperti Kristus telah mengasihi jemaat (Efesus 5:25). Apakah mereka melihat Anda meluangkan waktu bersamanya? Apakah mereka mengamati bagaimana Anda dengan lembut dan sabar membimbingnya, mengajarinya, dan melindunginya? Misalnya saat Anda sedang dalam proses pengobatan istri Anda, Anda akan mengajarkan banyak tentang kasih Kristus bagi pengantin tercinta-Nya, yaitu gereja/jemaat lokal.

Istri – istri, bagi anak-anak Anda, Anda perlu menjadi contoh kepatuhan kepada Alkitab seperti halnya Anda tunduk kepada suami dalam segala hal (Efesus 5:24). Apakah anak-anak Anda melihat bagaimana Anda belajar taat kepada Kristus dalam hal hormat kepada suami Anda? Pernikahan Anda adalah perumpamaan, ilustrasi, atau gambaran dan contoh kepatuhan gereja kepada Kepalanya, Tuhan Yesus Kristus.

2. Saling Mengakui Dosamu

Anda harus mengakui, bila perlu, dosa-dosa Anda kepada keluarga Anda (Amsal 28:13), dan mencari pengampunan mereka (Matius 6: 14-15; Kolose 3:13). Ketika Anda cepat mengaku, Anda menunjukkan kerendahan hati yang sejati dan keinginan utama untuk menyenangkan Tuhan dalam segala lakumu (2 Korintus 5: 9).

3. Kejarlah Kemurnian Seksual

Berhati-hatilah dalam melindungi rumah Anda dari percabulan dan perzinahan dunia ini. Itu berarti Anda sendiri haruslah menjauhi percabulan (1 Tesalonika 4: 3-8), dan sebaliknya mengagungkan kemurnian seksual di rumah Anda (Amsal 5-7). Dalam mengejar kemurnian seksual Anda harus mengatur pilihan hiburan Anda, waktu bercakap Anda, dan membimbing Anda ketika Anda berada di depan umum atau pribadi, terutama ketika Anda berpikir tidak ada orang lain yang melihat atau mendengarkan. Kemurnian seksual Anda sendiri akan melindungi Anda dan anak-anak Anda dari kehancuran yang dikenal di kalangan generasi yang bobrok moralnya (Amsal 5: 7-14).

4. Kelolalah Sumber Daya Anda Dengan Bijak

Dengan sungguh-sungguh berusahalah untuk mengelola uang dan sumber daya yang dipercayakan Tuhan kepada Anda, dan lakukanlah dengan jujur atau penuh integritas (1 Timotius 6: 5-10). Teruslah pikirkan cara-cara untuk menjadi pelayan yang lebih baik dari semua waktu, bakat, dan harta Anda (Amsal 31: 10-31), carilah selalu kehendak Tuhan atas semua kebutuhan dasar hidup Anda (Matius 6: 31-34; 1 Timotius 5: 8).

5. Injililah anak Anda dan orang lainnya

Karena cinta Anda yang besar untuk anak-anak Anda, sungguh-sungguhlah berusaha untuk menjadi saksi atau penginjil yang konsisten bagi mereka atas iman Anda sendiri, serta seringlah berbicara dengan mereka tentang hakekat hubungan mereka dengan Tuhan. Jalanilah hidup sedemikian rupa dekat dengan anak-anak Anda bahwa Anda menggenapi semangat perintah Paulus kepada Timotius: “Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil” (2 Timotius 4: 5). Selain itu, carilah kesempatan, memberitakan Injil kepada orang lain dengan siapa Anda berhubungan, sehingga mudah-mudahan menanamkan pada anak-anak Anda keinginan yang sama untuk berbagi pesan abadi ini (1 Korintus 15: 1-4).

6. Ajarkan kepada Anak-Anak Anda Firman Tuhan

Secara teratur ajarilah anak-anak Anda Firman Allah, baik melalui hidup Anda (yang ingin menjadi contoh serupa Kristus kepada mereka (1 Yohanes 2: 6), dan komitmen proaktif dan konsisten melakukan kebaktian atau ibadah keluarga. Terutama sebagai ayah (serta ibu tunggal juga), Anda memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran Alkitab kepada anak-anak Anda untuk kebaikan mereka (Ulangan 6: 4-9).

7. Disiplinkan Anak-anak Anda

Ketika anak-anak Anda perlu koreksi (saat, ketika mereka masih muda, mungkin tampak “pernah dan selalu”), disiplinkanlah mereka dengan apa yang disebut Alkitab sebagai “tongkat teguran.” Orang tua-orang tua yang benar-benar mencintai anak-anak mereka akan ingin melakukan hal ini dengan cara peduli, konsisten, namun tegas, berusaha untuk menghindari kekerasan dan kemarahan. Alkitab mengatakan bahwa ketika Anda melakukannya, anak-anak akan berhenti melakukan kebodohan mereka dan menjadi bijaksana (Amsal 13:24; 19:18; 22:15; 23: 13-14).

8. Awasilah dengan hati-hati Kata-kata Anda

Kata-kata adalah alat yang sangat kuat untuk berbuat baik atau jahat! Mereka dapat dengan baik membangun atau juga meruntuhkan. Berbicaralah dengan pasangan Anda, anak-anak Anda, dan lain-lain dengan hikmat ilahi supaya Anda dapat mendidik dan mendorong (Amsal 4:24; 6:12; 10:32, 19:1). Anak-anak Anda memperhatikan Anda dengan seksama, dan apa yang Anda katakan (termasuk bagaimana Anda mengatakannya), akan memiliki efek mendalam dan membekas pada mereka. Latihlah anak-anak Anda untuk tidak berbicara curang, kasar dan jorok (Efesus 4: 29-31).

9. Tunjukkanlah Kepada Anak Anda Kasih Anda kepada Allah dan Manusia

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22: 37-40). Hadiah terbesar yang dapat Anda berikan kepada anak-anak Anda adalah dengan menunjukkan kepada mereka seluruh kasih Anda kepada Yesus Kristus! Apa yang seharusnya mengalir dari gairah ini adalah juga kasih Anda untuk tetangga Anda, yang tentunya mencakup keluarga dekat Anda. Memperluas lingkaran pengaruh ini adalah keinginan Anda untuk menjalani kehidupan spiritual yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia (Yakobus 1:27). Berdoalah agar contoh kasih Anda akan memiliki dampak yang besar pada anak-anak Anda.

10. Mintalah kepada Tuhan berkat dan Kekuatan dalam mengasuh anak

Alkitab memerintahkan Anda untuk membesarkan anak-anak Anda di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 6:4). Dengan demikian, membesarkan anak bukanlah pilihan, tapi perintah. Jadi, pertanyaan selanjutnya seharusnya adalah: Seberapa baikkah yang Anda lakukan sebagai orangtua? Sampai tingkat apa pun yang Anda anggap berhasil atau gagal dalam tugas, dan terlepas dari apa yang akan menjadi hasil awal dan tujuan akhir atas anak-anak Anda, mintalah Tuhan untuk lebih banyak memberi anugerah dan kekuatan untuk menjadi orangtua yang memuliakan-Nya.

Jika Anda bertekad mengikuti “Sepuluh Perintah” mengasuh anak ini, Tuhan akan memimpin dan memberkati Anda. Selain itu, hidup Anda dan ajaran Anda dapat berguna untuk Roh Kudus dalam menunjukkan kekuatan Injil yang menyelamatkan kepada anak-anak Anda. Selebihnya kita harus tinggal dalam tangan Allah yang berdaulat.

Kiranya Tuhan terus mengingatkan kita akan semua tugas penting sebagai orangtua untuk meninggalkan warisan kesetiaan yang saleh untuk generasi selanjutnya.

By Pst. Lance Quinn, M.Div., M.Th

Diterjemahkan oleh Sidi Pintaka

Lance served previously at Grace Church from 1986-1996 as a staff pastor, as well as John MacArthur’s personal assistant. From 1996-2011, he was the pastor-teacher of The Bible Church of Little Rock in Little Rock, Arkansas. He currently oversees Grace Advance, which seeks to provide pastoral leadership for developing churches. He also pastors the Joint Heirs fellowship group. He is a graduate of Arkansas State University, The Master’s Seminary (M.Div. and Th.M.), and the Evangelische Theologische Faculteit in Leuven, Belgium. He and his wife, Beth, have eight children.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order