Sebuah Rantai Emas para Pekerja Kristen

Kesinambungan iman tidak akan pernah dihargai secara utuh oleh kita hingga nanti dalam kemulian kita menyembah di hadapan Tuhan dan mengamati pengestafetan kebenaran dari “iman ke iman.” Reverend Hezekiah Smith, pemimpin yang cakap dari kaum Baptis Amerika di masa awal, dipimpin ke dalam iman dalam Kristus oleh Reverend John Gano di New York City pada awal tahun 1740. Pada tanggal 14 Juni 1770, Reverend Hezekiah Smith dipanggil untuk membaptiskan Reverend Eliaphalet Smith, mantan gembala Presbyterian. Reverend Eliaphalet Smith telah menjadi yakin bahwa baptisan orang percaya dengan penyelaman adalah perintah Tuhan. Dirinya dan sebagian mantan anggota jemaat Presbyteriannya mengikuti Tuhan dalam kepatuhan, dan ia membentuk mereka menjadi sebuah gereja Baptis.

Seiring berjalannya waktu, Reverend Eliaphalet Smith diundang ke Livermore, Maine, untuk berkhotbah, dan karena di sana tidak ada bangunan gereja yang tersedia untuk pertemuan tersebut, Tuan Otis Robinson diminta untuk membuka rumahnya agar dipakai sebagai tempat pertemuan. Robinson tidak ada di rumah ketika kebaktian tersebut diadakan, tetapi ketika ia pulang, ia bertanya kepada istrinya tentang tema khotbahnya. Istrinya menjawab bahwa nas-nya adalah, “Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?” Kata-kata ini menyegarkan kembali rasa bersalah yang Robinson pernah alami dulu, dan ia mencari Smith untuk mendiskusikan rasa bersalahnya. Kelegaan tidak segera datang, tetapi setelah beberapa minggu bergumul dengan rasa bersalahnya, Robinson menerima rasa damai keselamatan dan menggambarkan pengalamannya sebagai berikut: “Sebuah gambaran Juruselamat yang mulia sedang berdarah di atas kayu salib, terlukiskan dalam pikiranku, ketika Ia kesakitan dan sekarat demi diriku yang bersalah dan jahat ini. O mata air cinta yang mengalir ke dalam jiwaku, tidak dapat dilukiskan oleh lidah manusia: cawanku penuh, sukacitaku besar, damai sejahteraku seperti sebuah sungai.”1

Pada tanggal 27 April 1793, Robinson dibaptis oleh Smith dan bergabung dengan yang lainnya membentuk sebuah gereja Baptis di Livermore. Pertumbuhan rohaninya cepat, dan segera ia mengalami panggilan Allah dalam hatinya untuk berkhotbah. Mendapat izin dari gereja, ia mengunjungi kota Sanford dan berkhotbah selama beberapa Minggu di sebuah gereja Baptis di sana. Robinson dipanggil menjadi gembala mereka dan ditahbiskan pada tanggal 7 Juni 1798, hari ulang tahunnya yang ke-34. Pelayanannya diberkati oleh Tuhan melalui kebangkitan-kebangkitan rohani, dan pekerjaan pelayanan itu bertambah besar ketika ia membaptiskan seratus enam puluh lima orang di sana dan banyak orang lainnya dari pelayanan kelilingnya di sepanjang wilayah itu.

Memiliki hati yang terbeban dengan misi, Robinson pensiun pada musim gugur tahun 1809 dan pindah ke Salisbury, New Hampshire, untuk mendirikan sebuah jemaat. Pada musim semi 1810, ia telah mengumpulkan cukup banyak petobat untuk memulai sebuah jemaat dan menetap sebagai gembalanya. Pekerjaannya berlanjut selama enam belas tahun, dan ia akhirnya pensiun dari penggembalaan pada tahun 1826. Jemaat itu telah bertumbuh hingga seratus dan tiga puluh anggota dan ada banyak orang lainnya lagi yang hadir kebaktian.

Walaupun ia pensiun dari jabatan gembala, Reverend Robinson tetap menjadi anggota jemaat gereja dan berkhotbah di wilayah-wilayah miskin di dekatnya. Pada bulan Desember 1834, ia sakit dan percaya bahwa tugasnya telah selesai dan ia akan segera dipanggil ke rumahnya yang baka. Setelah mengatur pekerjaannya agar segala sesuatu dijalankan dengan benar, Robinson menunggu dengan sukacita waktu keberangkatannya dan meninggal pada tanggal 1 Maret 1835, pada umur tujuh puluh satu dan setelah melayani selama tiga puluh tujuh tahun.

Catatan-catatan lama tidak memberitahu kita tentang orang-orang lain yang dipanggil berkhotbah melalui pelayanan Robinson, tetapi kekekalan akan mengungkapkan rantai pelayanan yang terus menerus. Sungguh indah menyadari bahwa para pendahulu rohani kita belum “mendapatkan upah mereka” sepenuhnya, karena hadiah mereka masih terus bertumbuh, dan meskipun mereka telah meninggal namun mereka masih berbicara.

Sumber: This Day in Baptist History