Rumah Peribadahan Di Rancaekek Diserang & Disegel

Bersumber dari CompassDirect News (18 Desember 2010), sekitar 200 orang demonstran dari organisasi-organisasi Islam garis keras di Jawa Barat, pada hari Minggu (12 Desember 2010) mengganggu jalannya kebaktian di sebuah gereja di distrik Rancaekek, Bandung, mengusir lebih dari 100 orang jemaat dari bangunan tersebut.

Anggota dari Front Pembela Islam, Forum Ulama Indonesia, dan Gerakan Reformasi Islam tiba bersama dengan Unit Polisi dari distrik Rancaekek dan menyegel rumah tersebut, sehingga gereja-gereja lain yang memakainya juga menjadi kehilangan tempat kebaktian.

Para protestan juga mengganggu jalannya kebaktian enam gereja lain yang bertemu di rumah-rumah pada hari yang sama. ‘Karena mereka takut, anak-anak dan wanita menangis saat mereka keluar dari tempat kebaktian,’ kata Rev. Badia Hutagalung kepada Compass melalui telepon.

Hutagalung mengatakan bahwa gereja memakai rumah tersebut karena mereka tidak berhasil mendapatkan izin pendirian bangunan gereja di bawah peraturan yang dibebankan di Indonesia. Dekrit Bersama Menteri yang dikeluarkan tahun 1969 dan diperbaharui tahun 2006 mengharuskan tempat-tempat kebaktian untuk mendapatkan persetujuan minimal 60 orang dari komunitas setempat (yang beragama lain), mengharuskan adanya minimal 90 anggota gereja, dan gereja harus disetujui oleh kepala desa setempat.

Semoga kehendak Tuhan yang jadi atas dunia ini, kita tetap bertekun meskipun gereja terus menerus disingkirkan, difitnah, dibongkar dan dimusnahkan. Kegiatan ibadah di gereja dapat dihentikan namun ibadah di dalam Roh dan Kebenaran tidak akan dapat dihentikan.