Perlawanan Netanyahu di PBB

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, memberikan pidato yang berapi-api dan melawan di PBB pada tanggal 1 Oktober. Dia mengutip Alkitab lima kali, dan memproklamirkan imannya bahwa Allah Abraham, Ishak, dan Yakub akan meneguhkan Israel di tanah mereka sesuai dengan janji-janjiNya. Dia menunjuk kepada perintah raja Persia, Koresy, agar Israel kembali ke negeri mereka dan membangun kembali Bait di Yerusalem, dan menyerukan agar Iran, bentuk modern dari Persia, untuk berhenti memerangi Israel.Netanyahu mengatakan bahwa “presiden-presiden Iran telah silih berganti, (namun) kami telah mendirikan kembali negara kami yang berdaulat di tanah leluhur kami, tanah Israel” (“Netanyahu prophetically correct at UN,” Israel Today, 3 Oktober 2013).

Perdana Menteri Israel dengan berani mengekspos terorisme Iran dan menuduhnya sebagai suatu “rezim jahat.” Dia mengatakan bahwa jika diperlukan, Israel akan berdiri sendiri untuk berurusan dengan ancaman nuklir Iran. Dia mengutip dari Ulangan 33, yang menjanjikan bahwa Allah yang kekal adalah perlindungan Israel, dan Israel akan tinggal dalam keamanan, dan bahwa musuh-musuh Israel akan terbukti sebagai pembohong. Netanyahu menyimpulkan dengan berkata, “Umat Israel telah pulang dan tidak akan diusir lagi.” Dia mengutip nubuat Amos tentang restorasi Israel ke negeri mereka (Amos 9:14-15), tetapi yang tidak dipahami oleh Netanyahu adalah bahwa Israel kembali ke tanah mereka hari ini masih dalam kondisi tersesatkan dan bahwa Israel masih berada di bawah penghakiman Allah karena penolakan terhadap Mesias mereka sendiri.

Nubuat-nubuat Mesianik itu tidak akan digenapi sampai Israel menerima Mesias mereka. Kemuliaan Allah telah meninggalkan Israel sebelum kehancuran Bait pertama dan kemuliaan itu belum pernah kembali. Setelah Israel nanti menerima program damai palsu Antikristus dan membangun kembali bait mereka, Israel akan sekali lagi tercerai berai selama masa Tribulasi. Netanyahu mengutip Yesus dalam pidatonya (yaitu menyebut Iran sebagai “serigala berbulu domba”), tetapi jika Netanyahu percaya kepada Yesus sebagai Mesias maka ia akan memahami hal-hal ini, karena Yesus menubuatkan sejarah Israel secara jelas dalam Matius 24. “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel para pembaca hendaklah memperhatikannya maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan . . . Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi” (Matius 24:15, 16).