Pengujian terhadap Bahasa Roh (Bahasa Lidah)

Bagaimana cara membedakan bahasa roh dari Allah dan bahasa roh yang bukan dari Allah? Bahasa Roh yang berasal dari Allah sudah pasti sesuai dengan Alkitab. Tidak mungkin Bahasa Roh yang dari Tuhan, bertentangan dengan Firman yang tertulis di dalam Alkitab. Paulus telah memberitahukan ciri-ciri Bahasa Roh dari Allah, yaitu :

 

1 Dua sampai tiga orang saja

“Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang (1 Kor 14:27a).”

Bahasa roh yang berasal dari Tuhan, hanya melibatkan dua sampai maksimal tiga orang saja. Tidak semua orang dalam satu jemaat memiliki karunia yang sama melainkan berbeda-beda.

 

2 Diucapkan secara bergantian

“Seorang demi seorang (1 Kor 14:27b)”

Bahasa roh yang berasal dari Tuhan, dalam pengucapannya selalu seorang demi seorang bukan serentak/ bersamaan.

 

3 Harus ada yang menafsirkan

“Dan harus ada seorang lain untuk menafsirkan. Jika tidak ada orang yang dapat

menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah (1 Kor 15:27c-28)”

Bahasa roh yang berasal dari Tuhan akan berlangsung secara tertib. Bila tidak ada orang lain yang bisa menafsirkan, maka tidak boleh diucapkan dalam pertemuan jemaat. Mereka yang berbahasa roh harus berdiam diri bila tidak ada yang menafsirkan.

 

4 Karunia tersebut bisa dikendalikan

“Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi. Sebab Allah tdak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera (1 Kor 14:32-33)”

Bahasa roh yang berasal dari Tuhan bisa dikendalikan. Maksud dari bisa dikendalikan ialah bahwa setiap pribadi bisa secara sadar mengontrol penggunaan bahasa roh, bukan seperti orang kesurupan yang tidak dalam keadaan sadar dan tidak bisa mengendalikan tubuhnya.

 

5 Tidak boleh melarang orang berbahasa roh

“Janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh (1 Kor 14:39b)”

Bahasa roh yang berasal dari Allah pasti akan sesuai dengan aturan nomor satu hingga nomor 4 di atas. Bila bahasa roh tersebut sesuai dengan aturan di atas, memang benar siapapun tidak boleh melarang seseorang berbahasa roh. Tetapi jikalau bahasa roh yang sedang terjadi bertentangan dengan aturan nomor satu hingga empat, setiap orang Kristen boleh melarangnya.

 

Catatan penting dari penulis :

1. Sebutan yang benar bukanlah Bahasa Roh, melainkan Bahasa Lidah sesuai dengan kata Yunani yaitu

2. Penulis menggunakan istilah Bahasa Roh, karena istilah tersebut sudah umum beberapa gereja di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order