Pandangan yang benar VS Pandangan yang salah

1 Petrus 4:5 (TB) Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati — Bagian ayat ini memberitahu bahwa di masa depan akan ada penghakiman. Dalam penghakiman tersebut, semua orang akan mempertanggungjawabkan segala hal yang telah mereka lakukan semasa hidupnya. Kata “Mereka” yang dimaksud oleh Rasul Petrus ialah mereka yang belum bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus/ sebutan lainnya “Manusia Psukikos.”

Semua manusia tanpa terkecuali suatu saat harus memberikan pertanggungan jawab. Ukuran yang dipakai untuk menghakimi ialah Alkitab/ Firman Tuhan. Hal-hal yang dihakimi ialah mengenai iman kepada Yesus Kristus (berkaitan dengan Kitab Kehidupan) dan segala macam perbuatan (berkaitan dengan kitab-kitab lain).

Wahyu 20:12 (TB) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

Roma 2:6 (TB) Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

Dalam Alkitab menyatakan ada 2 jenis penghakiman :

1. Tahta Pengadilan Kristus (Bema Kristus)

Peristiwa ini terjadi setelah pengangkatan (Rapture) dan menjelang 7 tahun masa kesusahan besar. Orang-orang yang dihakimi ialah orang-orang percaya pada masa Perjanjian Baru. Tujuan penghakimannya ialah pemberian upah (1 Kor 3, 2 Kor 5:10)

2. Tahta Putih Besar (Why 20)

Peristiwa ini terjadi setelah Kerajaan 1000 tahun berakhir (Kerajaan Millenium). Orang-orang yang dihakimi ialah Orang-orang PL (selain orang-orang percaya PB). Tujuan penghakiman pemberian upah bagi yang beriman dan pemberian hukuman bagi yang tidak beriman (Ada guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, dan para kerabatnya) Berat ringannya penghukuman sangat bergantung kepada seluruh perbuatan seseorang selama hidupnya.

Matius 23:14 (TB) [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]

Ayat ini juga menjawab pertanyaan “Kaum Atheis” yang seringkali menanyakan “Jika Tuhan itu ada, kenapa masih ada kejahatan?” Kebanyakan orang Kristen akan bungkam ketika diperhadapkan dengan pertanyaan ini. Apakah pertanyaan kaum Atheis tidak bisa dijawab? Tentu saja bisa dan sangat gampang menjawab pertanyaan mereka. Orang Kristen tinggal jawab : “Tuhan suatu saat nanti akan menindaklanjuti serta menghentikan kejahatan, bukan Tuhan membiarkan kejahatan merajalela.” Kaum Atheis biasanya akan mengejar dengan kembali bertanya “Mengapa tidak sekarang saja? Kenapa harus besok?” Kaum Atheis sebenarnya tidak paham pernyataan “Suatu saat.” Suatu saat memiliki makna bisa kapan saja (bisa sekarang, nanti atau besok). Perlu diketahui juga oleh setiap orang Kristen bahwa segala macam kejahatan yang terjadi di muka bumi disebabkan oleh dosa. Seluruh bencana alam, malapetaka, kecelakaan, dll semua disebabkan oleh dosa. Seandainya tidak ada dosa, tentu dunia ini akan damai dan tenang. Kondisi yang damai dan tentram akan terwujud ketika orang-orang percaya telah masuk ke dalam Langit dan Bumi baru.

Ayat ini juga menentang pandangan Kalvinis dalam hal Free Will (Kehendak Bebas). Perlu diketahui bahwa Kalvinis mengajarkan bahwa “Manusia tidak memiliki kehendak bebas.” Mereka begitu yakin bahwa “Segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia mau itu perbuatan baik dan jahat, telah Allah tetapkan sejak kekekalan.” Jadi, jika ada seorang melakukan kejahatan seperti membunuh bahkan memperkosa disebabkan oleh Allah — menurut Kalvinis. Jika hari ini ada Homoseksual, Biseksual, Transgender, dll juga disebabkan oleh Allah. Jika demikian, perlukah manusia dimintai pertanggungan jawab atas kejahatan yang mereka lakukan padahal mereka tidak memiliki kehendak bebas?

Pengajaran Kalvinis yang masih berkaitan ialah “Penetapan bahwa sebagian orang dipilih untuk diselamatkan (alias masuk sorga) dan dipilih untuk dibinasakan (alias masuk neraka) tanpa syarat.” Penetapan Allah terjadi sebelum dunia dijadikan tanpa melihat apapun dari dalam diri manusia (sekehendak hatinya). Bila Allah sudah menetapkan sebagian masuk sorga dan sebagian masuk neraka, masih perlukan mereka dimintai pertanggungan jawab dalam penghakiman?

Kelompok Kalvinis telah merusak citra Allah. Mereka menuduh bahwa sumber kejahatan ialah Allah karena Allah telah menyetel manusia sebagian berbuat jahat dan sebagian berbuat baik kemudian Allah juga tetapkan sebagian manusia masuk sorga dan neraka sekehendak hatinya. Sungguh berbahaya pengajaran Kalvinis dalam hal ini dan patut diwaspadai. Di Indonesia banyak gereja-gereja Kalvinis. Jemaat yang berada di gereja seperti itu tinggal menunggu waktu disesatkan dengan 2 pengajaran yang salah ini.

Catatan penting :

1. Penghakiman akan terjadi dan pasti terjadi. Sudahkan mempersiapkan diri menghadapi penghakiman yang pasti datang? Catatkan diri ke dalam Kitab Kehidupan dan kumpulkanlah upah di dalam kekekalan.

2. Jika manusia suatu saat nanti dimintai pertanggungan jawab membuktikan bahwa :
a. Manusia memiliki kehendak bebas.
b. Manusia makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dan milik Tuhan.
c. Tuhan sebelum menciptakan alam semesta dan segala isinya tidak menetapkan manusia berbuat dosa dan berbuat baik seperti yang dipahami Calvinis. Bahkan Tuhan tidak menetapkan sebagian manusia binasa dan masuk sorga tanpa kondisi/ syarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order