O P T I M I S M E

beautiful girl enjoying the summer sun outdoors in the parkBy Ps. Dr. Charles Swindoll.

Kitab Amsal berkata, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Kebenaran ini dikuatkan oleh Dr. Daniel Mark, heart specialist di Duke University, Amerika Serikat.

New York Times memuat artikel penemuan Dr. Daniel Mark, “Optimism Can Mean Life For Heart Patients and Pessimism Death.” Artikel ini dimulai dengan kalimat, “ A healthy outlook helps heal the heart”. Telah terbukti secara medis dan empiris bahwa hati yang gembira menyembuhkan banyak macam penyakit dan membuat kita awet muda.

Bagaimana kita memiliki hati yang gembira?

Pertama, kita harus beriman kepada Tuhan. Iman memberikan pengharapan dan penglihatan yang lebih jauh dari pada segala kesulitan kita. Iman melampaui persoalan kita. Tanpa Tuhan, kita tidak berpengharapan sama sekali. Mempercayai dan mengenali Tuhan dengan benar memungkinkan kita melihat setiap masalah dari perpektif kekekalan, hal ini membuat kita bersemangat dan bersukacita dalam menghadapi situasi apapun.

Kedua, berpeganglah pada kebenaran Alkitab. Alkitab adalah buku pengharapan. Optimisme yang lahir di luar kebenaran Alkitab tidak bertahan lama. Sebaliknya, optimisme yang lahir dari kebenaran Alkitab bertahan abadi. Alkitab adalah Firman Tuhan yang hidup, berkuasa memberi kekuatan dan mengubahkan. Bila kita memegang firman Tuhan dalam hidup kita, kita akan dikuatkan, sebab Dia tidak pernah mengizinkan kesulitan atau pencobaan melebihi kekuatan kita, dan Tuhan berjanji akan selalu menyertai kita dalam segala persoalan.

Kedua, kita perlu belajar untuk berpikir positif di dalam. Kita perlu melatih diri kita untuk berpikir positif dengan menyeleksi apa yang mesuk ke dalam pikiran kita, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan apa yang kita baca. Kebiasaan berpikir positif akan menghasilkan sikap hidup yang optimis dan penuh semangat. Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Alkitab berkata dalam 1 Tes 5:16 dan 18, bersukacitalah senantiasa dan bersyukurlah dalam segalah hal. Hal ini adalah sikap hidup positif di dalam Tuhan. Nehemia 8:11, sebab sukacita karena Tuhan adalah perlindungan kita. Rasul Paulus tahu benar hal ini dalam kesulitan, kesusahan dan penderitaan ia tetap berpikir positif sehingga dalam Filipi 4:13 Paulus berkata, segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.

Amsal 17:22 “Hati Yang Gembira Adalah Obat Yang Manjur, Tetapi Semangat Yang Patah Mengeringkan Tulang”

Ps. Dr. Charles Swindoll

Ps. Charles Swindoll adalah salah satu penulis Kristen terkemuka, rektor dari Dallas Theological Seminary, pemilik peyanan Insight for Living, dan mengembalakan jemaat di First Evangelical Free Church, Fullerton, California, US

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order