Manfaat & Metode Menghafalkan Firman Tuhan

images (1)Bagi sebagian orang, menghafalkan firman Tuhan nampaknya begitu tidak menarik. Cobalah minta mereka menghafalkan ayat-ayat Alkitab; mereka akan terlihat segan melakukannya. Mengapa begitu? Barangkali mereka berfikir, pekerjaan menghafal itu seperti kegiatan menghafal sewaktu mereka masih duduk di bangku sekolah. Itu kegiatan yang menuntut kerja keras, tidak menarik, membosankan, dan manfaatnya terbatas.

Sering juga ada yang melontarkan alasan bahwa daya ingatnya sudah tidak tajam lagi. Bagaimana kalau saya menawarkan sejuta rupiah kepada Anda bagi setiap ayat yang anda hafalkan dalam jangka waktu satu minggu? Tidakkah sikap Anda terhadap kegiatan menghafalkan firman Tuhan akan berubah?

Sesungguhnya, imbalan dalam bentuk uang akan kecil sekali bila dibandingkan dengan manfaat dari harta firman Allah yang tertanam di dalam benak Anda.

1.  Menghafalkan Firman Tuhan memberikan Keuatan Rohani

Bila firman Tuhan tertanan dalam benak kita, Roh Kudus dapat mengingatkan kita akan ayat-ayat tertentu ketika kita membutuhkannya. Maka dari itulah pemazmur berkata, “Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Maz. 119:11). Firman Tuhan berfungsi sebagai pedang Roh (Efe. 6:17). Dengan memakai pedang Roh itulah kita dapat memenangkan peperangan rohani. Contoh terbaik tentang hal itu dapat kita lihat dari peristiwa Yesus digodai iblis di padang gurun (Mat. 4: 1-11). Setiap kali iblis menggoda Yesus, maka Yesus menangkisnya dengan pedang Roh, dan Ia menang.

Bila kita mau mengalami lebih banyak lagi kemenangan dalam kehidupan Kristen kita, haruslah kita bertindak seperti Yesus. Kita harus menghafalkan ayat-ayat Alkitab sehingga Roh Kudus dapat membantu kitra mengingat ayat-ayat itu pada saat kita membutuhkannya.

2.  Menghafalkan Firman Tuhan akan Menguatkan Iman

Tidakkah Anda ingin iman Anda diperkuat? Orang Kristen mana yang tidak ingin imannya diperkuat? Satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menguatkan iman Anda ialah mendisiplinlkan diri dalam hal menghafalkan ayat-ayat Alkitab. Menghafalkan ayat-ayat Alkitab menguatkan iman Anda karena dengan menghfalkan ayat-ayat  itu, kebenaran  Firman Tuhan diucapkan berulang kali, sesering Anda perlu mendengarkannya kembali. Menghfalkan Firman Tuhan ibarat menyekrup paku pada iman yang sedang merosot.

3.  Menghafalkan Firman Tuhan Membantu Kita Bersaksi dan Membimbing Orang Lain

Dengan menghfalkan ayat-ayat Alkitab kita dibekali untuk menghadapi kesempatan bersaksi yang muncul tiba-tiba (juga kesempatan untuk memberi bimbingan rohani). Baru baru ini ketika saya memberitakan Yesus Kristus kepada seseorang, dia mengatakan sesuatu yang mengingatkan saya akan sebuah ayat yang  saya hafal. Saya lalu menyebutkan ayat itu.

Pembicaraan selanjutnya dengan dia akhirnya menuntun dia untuk menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus. Hal ini sering terjadi sewaktu saya memberi pelayanan konseling. Akan tetapi, bila ayat-ayat itu tidak tertanam dalam pikiran dan hati kita, mulut kita tidak dapat mencetuskannya pada saat yang tak terduga seperti itu.

4.  Mengingatkan nasihat dan Petunjuk dari Tuhan

Seperti halnya Roh Kudus mengingatkan kita akan ayat-ayat tertentu yang cocok bagi orang yang sedang kita hadapi sementara kita memberi pelayanan “konseling”, Roh Kudus juga mengingatkan kita akan ayat-ayat tertentu yang kita butuhkan bagi diri kita sendiri. Sering kali sewaktu berhadapan dengan situasi tertentu, saya bergumul” antara bicara atau tidak” tentang apa yang ada di benak saya. Pada saat-saat yang  menentukan seperti itu Tuhan mengingatkan saya akan firman Tuhan. Namun sudah menjadi bagian kita untuk terlebih dahulu mendisiplinkan diri menghafalkan firman Tuhan.

5. Menghafalkan Firman Tuhan Mendorong Kita Merenungkannya

Salah satu keuntungan kita peroleh dari kegiatan menghfalkan Firman Tuhan adalah kita diarahkan untuk merenungkannya. Bila Anda sudah menghafalkan sebuah ayat, Anda dapat merenungkannya kapan pun dan di mana pun berada. Bila Anda mencintai Firman Tuhan, Anda akan menghfalkannya. Apakah Anda sedang mengendarai mobil, atau sedang naik kereta, atau sedang menunggu dibandara, ataus sedang mengantri, atau sedang makan, Anda dapat merenungkan Firman Tuhan jika Anda sudah menghafalkannya.

Firman Tuhan adalah “pedang Roh”, tetapi Roh Kudus tidak dapat menolong Anda menggunakannya bila Anda belum menyimpannya di dalam pikiran Anda.  Coba bayangkan: Anda sedang terdesak dan harus mengambil keputusan saat itu juga. Anda betul-betul membutuhkan petunjuk. Atau Anda sedang bergumul melawan godaan dan ingin mengalami kemenangan. Roh Kudus bergegas ke gudang senjata “memori” Anda. Ia mebuka pintu gudang itu, tetapi yang ia temukan hanyalah Yohanes 3:16, Kejadian 1:1 dan Matius 28:19, 20).

Ayat-ayat itu adalah pedang-pedang yang luar biasa, tetapi tidak cocok untuk dipergunakan dalam setiap pertempuran. Bagimana kita dapat mengisi gudang persenjataan rohani kita dengan berbagai pedang supaya Roh kudus dapat membantu kita menggunakan senjata yang tepat pada saat yang tepat pula?

Anda Dapat menghafalkan Ayat-ayat Alkitab

Banyak orang berfikir bahwa mereka mempunyai daya ingat yang lemah, tetapi itu tidak benar. Seperti yang telah kita bicarakan, apakah kita berhasil menghfalkan ayat-ayat atau tidak, itu tergantung pada motivasi kita. Jika Anda dapat mengingat hari ulang tahun Anda, nomor telepon atau alamat Anda, juga nama teman-teman Anda, tentunya Anda apat juga mengingat ayat-ayat Alkitab. Masalahnya terpulang pada pertanyaan: Apakah Anda bersedia mendisiplinkan diri menghafalkannya atau tidak?

Bagaimana Memulainya? Pilihlah Ayat-ayat Untuk Dihafalkan

Anda dapat memilih ayat-ayat tertentu sesuai  dengan kebutuhan Anda pada saat ini.  Misalnya, jika iman Anda sedang lemah, hafalkanlah ayat-ayat mengenai iman. Jika Anda sedang bergumul untuk tidak melakukan suatu kebiasaan buruk, kesombongan, carilah ayat-ayat yang dapat menolong Anda mengalami kemenangan.

1.  Tuliskanlah ayat-ayat tersebut

Tuliskanlah kutipan ayat-ayat pada selembar kertas atau tuliskan setiap ayat hafalan pada sepotong kertas karton seukuran kartu kecil.

2.  Hafalkanlah Ayat-ayat secara tepat

Sewaktu baru belajar menghafalkan ayat-ayat Alkitab kadang-kadang kita cenderung menghfalkan secara garis besarnya saja. Hendaklah kita menghafalkan kata dengan kata, jangan hanya mirip-mirip ayat yang sebenarnya. Tanpa disiplin dalam hal ketepatan dan kecermatan sewaktu menghafalkan, maka tujuan Anda menjadi tidak jelas, dan Anda cenderung kehilangan minat untuk menghafalkan ayat-ayat lainnya secara cermat juga.

Selain itu, jika Anda tidak menghafalkn secara tepat Anda tidak mempunyai keyakinan kuat untuk menyebutkan ayat tersebut dalam percakapan atau pada waktu Anda bersaksi. Jadi meskipun menghafalkan secara tepat itu sulit pada mulanya, namun lama-kelamaan akan menjadi semakin mudah dan lancar. Hafalkan kata demi kata secara tepat akan lebih mudah diingat daripada ayat-ayat yang Anda hafalkan secara garis besarnya saja.

3.  Ulangi dan Renungkan setiap hari

Berkali-kali mengulang ayat-ayat yang sudah dihafalkan adalah prinsip terpenting dari kegiatan menghafal. Bila ayat-ayat itu jarang kita ucapkan lagi di luar kepala, apa yang sudah kita hafalkan akan terhapus lagi. Akan tetapi, bila ayat yang Anda hafalkan itu sudah melekat erat di benak Anda, Anda akan dapat mengucapkannya kembali dengan mudah dan lancar. Bila Anda sudah mencapai taraf ini, Anda cukup mengulanginya seminggu sekali, sebulan sekali untuk mengasahnya saja.

Waktu yang dapat dimanfaatkan untuk mengulang ayat-ayat hafalan adalah waktu menjelang tidur. Sambil mengulang, sekaligus Anda dapat merenungkannya, apalagi kalau Anda sedang tidak dapat tidur. Tidakkah baik sekali bila Anda memanfaatkan saat-saat itu?

Kita harus ingat bahwa tujuan dari menghafalakn ayat-ayat Alkitab bukanlah untuk mengetahui berapa banyak ayat yang dpat kita hafalkan, tetapi supaya kita hidup menurut apa yang kita hafalkan itu. Dengan perkataan lain, supaya firman Allah yang kita hafalkan itu mengubah pikiran dan kehidupan kita.

By Ps. Dr. Donald Whitney

Diadaptasi dari buku: 10 pilar penopang kehidupan iman oleh Donald S. Whitney (LLB)

Don Whitney has been Professor of Biblical Spirituality and Associate Dean at The Southern Baptist Theological Seminary in Louisville, KY since 2005.  Before that, he held a similar position (the first such position in the six Southern Baptist seminaries) at Midwestern Baptist Theological Seminary in Kansas City, MO, for ten years.  He is the founder and president of The Center for Biblical Spirituality.

Don grew up in Osceola, Arkansas where he came to believe in Jesus Christ as Lord and Savior. He was active in sports throughout high school and college, and worked in the radio station his dad managed.

After graduating from Arkansas State University, Don planned to finish law school and pursue a career in sportscasting. While at the University of Arkansas School of Law, he sensed God’s call to preach the Gospel of Jesus Christ. He then enrolled at Southwestern Baptist Theological Seminary in Fort Worth, Texas, graduating with a Master of Divinity degree in 1979. In 1987, Don completed a Doctor of Ministry degree at Trinity Evangelical Divinity School in Deerfield, Illinois, and later a Ph.D. in theology at the University of the Free State in South Africa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order