Kristen Fundamentalis, Pelaku Bom Norwegia ?

Kembali lagi dunia kekristenan mengalami terpaan, kali ini umat kristen aliran fundamentalis difitnah sebagai pelaku bom di Norwegia yang menewaskan puluhan orang. Benarkah aliran fundamentalis yang keras mengajarkan pengikutnya melakukan kejahatan ?

Dikutip dari berita detikNews Sabtu, 23 Juli 2011 berjudul “Teror di Norwegia, Tersangka Seorang Kristen Fundamentalis”.

Seorang pria Norwegia telah ditahan sebagai tersangka utama dua serangan teror di Norwegia. Kepolisian Norwegia menyebut pria tersebut sebagai seorang Kristen fundamentalis.

Pejabat kepolisian Roger Andersen seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (23/7/2011) mengatakan, berdasarkan informasi yang diposting tersangka di internet, dia “Kristen fundamentalis”.

Kepolisian belum merilis identitas tersangka tersebut namun banyak media Norwegia mengidentifikasi pria berambut priang itu sebagai Anders Behring Breivik.

Komisioner kepolisian Sveinung Sponheim mengkonfirmasi bahwa pria berumur 32 tahun itu telah memposting pernyataan-pernyataan anti-Islam di internet.

Menurut stasiun televisi TV2, tersangka terkait dengan ekstremis sayap kanan dan memiliki dua senjata yang terdaftar atas namanya.

Media Norwegia lainnya memberitakan, di laman Facebook-nya Breivik menyebut dirinya sebagai “konservatif, Kristen” dan hobi berburu dan permainan komputer seperti World of Warcraft dan Modern Warfare 2.

Benarkah sang pelaku identik dengan ajaran kristen fundamentalis ? Tentu tidak, saya dapat memastikan bahwa ini adalah sebuah fitnah yang iblis buat terhadap aliran fundamentalis kristen. Sebab dari pengkajian yang pernah saya lakukan, kristen fundamentalis memang adalah aliran paling keras dalam kristen namun tidak ada satupun ajaran nya yang mengajarkan kejahatan. Aliran fundamentalis keras karena kritiknya terhadap berbagai gereja dan aliran kristen yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan.

Ada beberapa bukti yang dapat memberi kesimpulan bahwa Anders Behring Breivik bukan seorang kristen fundamentalis ataupun seorang kristen sejati, mungkin jika dikatakan ia seorang yang menganuat agama sesat yang menyerupai kristen akan lebih masuk akal :

Anders Behring Breivik berkaitan dengan kelompok ekstrimis sayap kiri

Perihal Anders Behring Breivik berkaitan dengan kelompok ekstrimis sayap kiri dapat anda baca pada berita detikNews 23 Juli 2011 berjudul “Usai Penembakan Brutal, Polisi Temukan Bahan Peledak”.

Kelompok sayap kiri adalah salah satu kelompok terorisme di Norwegia yang terkenal akan kejahatan-nya.

Jadi apakah mungkin seorang kristen sejati menjadi teroris ?

Dari hasil pengkajian saya akan berbagai aliran kristen seperti fundamentalis, injili, kharismatik, reformed, bahkan hingga saksi jehovah yang sesat sekalipun tidak ada yang pernah mengajarkan kejahatan !

Sudah tentu ini adalah sebuah fitnah yang iblis buat, untuk menghancurkan berbagai aliran kristen secara perlahan-lahan.

Ciri-Ciri Ajaran Fundamentalis

Ciri-ciri aliran Kristen Fundamentalis yang mudah diketahui adalah ajaran nya yang keras. Namun, dalam hal ini jangan salah paham dengan yang dimaksud ajaran kerasnya. Ajaran keras dalam aliran kristen fundamentalis bukanlah mengajarkan untuk melakukan kejahatan dengan pembunuhan orang-orang atau merampok bank untuk tujuan kegiatan agama, melawan instansi pemerintah atau apapun bentuk kejahatan lainnya. Melainkan ajaran keras fundamentalis berisi agar seorang kristen fundamentalis berani menyatakan yang salah, kristen fundamentalis memegang hal ini sesuai dengan dasar dari II Timotius 4:2, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”

Oleh karena ajaran kerasnya yang menyatakan seorang kristen fundamentalis harus menyatakan yang salah, aliran kristen fundamentalis dianggap eksklusif oleh aliran kristen lainnya karena sering mengkritik berbagai aliran kristen yang tidak berjalan sesuai dengan Firman Tuhan.

Selanjutnya, aliran kristen fundamentalis identik dengan penghargaan nya yang tinggi terhadap orang lain. Meskipun berhadapan dengan orang yang dianggapnya menganut ajaran yang salah ataupun sesat sejauh dari pengamatan dan penelitian saya, kristen fundamentalis sejati tetap dapat bersahabat dengan mereka bahkan menghargai mereka dengan baik. Sebab mereka menganut pemahaman “aspek tanggung jawab manusia” dan tugas sebagai “tiang penopang dan dasar kebenaran”.

Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran, ini berarti dimana mereka harus menyatakan apa yang salah dan benar serta menegur setiap yang salah. Namun, sudah tentu dalam menyatakan apa yang salah mereka tidak menggunakan pedang untuk memenggal atau bom untuk, melainkan dengan argumentasi yang sering tidak disukai oleh aliran kristen lainnya.

Aspek Tanggung Jawab Manusia, kalangan aliran fundamentalis menganut pemahaman bahwa setiap orang bertanggung jawab atas dirinya (dalam hal ini berkaitan erat dengan theologi soteriologi). Sehingga jika dalam menegur mereka yang salah, apabila yang salah tidak juga memperbaiki dirinya maka para kalangan fundamentalis menganggap itu sebagai pilihan mereka. Oleh karena prinsip inilah, para kristen fundamentalis dapat bersahabat dengan aliran kristen manapun.

Sebuah hal yang terlihat demokratis. Namun inilah kristen fundamentalis sesungguhnya.

Kesimpulan

Iblis saat ini bekerja menghancurkan satu persatu aliran kristen untuk meleburnya menjadi satu. Ada penggunaan cara kekerasan, ada penggunaan cara infiltrasi ajaran sesat ke beberapa gereja yang masih memegang teguh kebenaran Firman nya, ada juga dengan cara-cara fitnah dan lainnya.

Mari kita tetap setia padaNya dan berjalan di dalam kebenaran Firman-Nya, sekalipun suatu saat nanti akan banyak orang menyatakan apa yang mereka lakukan benar padahal bertentangan dengan Firman Tuhan.

Maranatha !