Kalangan Baptis Diperkenalkan Di Georgia

Sejarah dari ‘Kaum Baptis yang Menerapkan Separasi’ telah menjadi subjek yang terabaikan dalam sejarah gereja Baptis (aliran kristen yang murni berpegang pada Alkitab tulisan para rasul bukan hasil terjemahan yang kacau). Namun kita tidak dapat menghitung pertumbuhan yang pesat dari Kaum Baptis di Selatan dan perkembangan Southern Baptist Convension tanpa mempertimbangkan pengaruh kelompok ini.

Walaupun tujuan utama kita bukanlah berurusan dengan kaum Separasi ini, kita akan membaca banyak dari hasil pekerjaan mereka dalam halaman-halaman ini. Kaum Separasi ini dipimpin oleh Shubal Stearns(Carolina Utara), Daniel Marshall(Georgia) dan Samuel Harris (Virginia).

Kemana orang-orang ini pergi jemaat-jemaat berdiri dan gerakan roh kudus yang dahsyat dialami. Subjek kita sekarang adalah Daniel Marshall yang setelah melayani di Carolina Selatan, memulai serangan ke Georgia.

Meskipun ada jejak kaum Baptis di Georgia sebelum kedatangan nya, Marshall mendirikan di Kiokee gereja baptis pertama di provinsi itu. Kisah mengenai pelayanan itu sungguh luar biasa! Pada tanggal 1 Januari 1771, Marshall pindah ke Georgia dan pada musim semi 1772, ia memimpin sebuah jemaat kecil awal mula terbentuknya Gerja Baptis Pertama di Kiokee dan melayani sebagai gembala hingga meninggal pada tahun 1784 (Joe M.King, A History of South Carolina Baptist, p.340).

Kisah mengenai pelayanannya yang inspiratif itu akan dibagikan dalam tulisan ini, tetapi sekarang kita tertarik dengan cerita bagaimana permulaan berdirinya gerja Kiokee.

Sebuah hukum di Georgia tahun 1757 melarang setiap kebaktian yang ‘tidak sesuai dengan ritual dan upacara dari Gereja Inggris’, tetapi Marshall memimpin sebuah kebaktian ‘yang beresiko’. Ketika dia menunduk dalam doa, ia tersela dengan sebuah perasaan ada sebuah tangan yang kuat diatas bahunya dan mendeklarasikan, “Engkau adalah tawananku!” Sang pengkhotbah berusia enam puluh lima tahun itu berdiri hanya untuk mendengar seorang polisi memberitahukan bahwa ia telah ‘berkhotbah di dalam jemaat St. Paul”.

Sebelum Marshall meyakinkan polisi itu bahwa ia akan muncul di pengadilan esok hari, Nyonya Marshall memberitakan injil kepada petugas hukum itu dan mengutip Kitab Suci yang secara luar biasa dipakai oleh Tuhan untuk mendatangkan pertobatan dan iman petugas itu.

Ketika Marshall muncul di pengadilan keesokan hari nya, Marshall diperintahkan untuk meninggalkan Georgia. Anaknya, Abraham mengutip penatua Marshall menjawab, “Mana yang benar, mematuhi Allah atau mematuhi Manusia, engkau nilailah,” dan ia melanjutkan dengan berkhotbah penuh kuasa. Kejadian ini berbuah secara rohani, karena polisi yang berumur dua puluh satu tahun itu, Samuel Cartledge, diselamatkan dan pada tahun 1777 di baptis.

Setelah melayani sebagai seorang gembala, pada tahun 1789 Cartledge ditahbiskan untuk berkhotbah dan ia melayani di Georgia dan Carolina Selatan hingga kematian nya di usia sembilan puluh tiga tahun. Salah satu keturunan Cartledge yang melanjutkan pekerjaan pemberitaan injil menganggap kakek moyang nya itu “Saulus dari Tarsus”versi Koloni, (Tony W. Cartledge, “Samuel Cartledgedan : Colonial “Saul of Tarsus,” Viewspoints-Georgia Baptist History,8(1982) : 13-31) dan kita bersuka cita dalam pendahuluan pekerjaan kaum Baptis di provinsi Georgia ini.