Jumlah Tempat Aman di Dunia Semakin Menyusut

“Semakin Sedikitnya Tempat Aman” adalah judul sebuah laporan Reuters tentang ekonomi global yang diterbitkan tanggal 26 November. Laporan itu mengatakan, “tempat untuk aset-aset yang aman semakin menyusut.” Benar sekali, ekonomi global modern yang begitu dielu-elukan sedang bergetar hingga ke dasar-dasarnya, dan nubuat Alkitab mengindikasikan bahwa situasinya akan semakin parah.

Sebenarnya, tidak ada tempat aman di dunia ini, dan tidak pernah ada, baik untuk uangmu ataupun untuk jiwamu. Dan bahkan jika ada tempat investasi finansial yang aman, maka sangatlah temporer, karena kehidupan itu pendek.

Tuhan Yesus menyinggung masalah finansial beberapa kali. Dia menceritakan tentang orang kaya yang bodoh yang menumpuk hartanya untuk “bertahun-tahun lamanya” agar dia bisa bersantai, makan, minum, dan bersenang-senang. “Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?” (Luk. 12:20). Itulah pertanyaan yang harus direnungkan setiap manusia. Ketika kehidupan duniawi-mu yang lemah ini selesai dan Allah menuntut pertanggungan jawab, di manakah kamu akan berdiri? Ke manakah kamu akan pergi? Kita tidak bisa membawa barang-barang fisik apa pun bersama kita.

Nabi kuno, Ayub, dengan bijak berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya” (Ay. 1:21). Individu yang bijak merencanakan masa depan, bukan hanya untuk tahun depan atau sepuluh tahun ke depan, tetapi untuk kekekalan. Dia melakukan itu melalui keselamatan dan menabung.

Dengan memperhatikan Wahyu yang Allah telah anugerahkan kepada kita dalam Alkitab, kita belajar bahwa Allah adalah Hakim yang kudus, bahwa semua manusia adalah pendosa yang telah melanggar hukum Allah, dan bahwa satu-satunya jalan keselamatan adalah melalui pendamaian yang telah Allah sendiri lakukan bagi dosa manusia melalui pengorbanan AnakNya di kayu salib.

Seorang individu menerima keselamatan ini melalui pertobatan atas dosa-dosanya dan iman dalam Kristus. Setelah kita diselamatkan, maka kita bisa mulai menabung di bank kekal Allah. Yesus berkata: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat. 6:19-21).

Orang percaya tidak perlu beriman penuh kepada sistem dan cara-cara investasi dunia ini yang tidak mapan. Ia dapat menyimpan harta kekal di Surga melalui melayani Juruselamatnya yang penuh rahmat. Dan dia dapat percaya kepada janji-janji Allah, seperti dalam Mazmur 37:25, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti” (Maz. 37:25).

Sumber: graphe-ministry.org / wayoflife.org