Injili dan Katholik Membicarakan Penyatuan Gereja

Wheaton College akan menjadi tuan rumah bagi suatu diskusi ekumene pada tanggal 26 Maret yang akan dihadiri oleh pihak Injili, John Armstrong, dan pihak Roma Katolik, Cardinal Francis George dari Chicago. Dialog ini, yang diberi judul “Suatu Percakapan tentang Persatuan dalam Misi Kristus”, akan menelusuri persamaan-persamaan dan tantangan masa kini yang dihadapi oleh Katolik dan Injili Protestan dalam iman dan misi Kristiani.

Pada bulan Januari tahun 2012, Armstrong mengatakan bahwa dia menjadi semakin sadar akan perlunya persatuan pada saat dia mengunjungi Center for Unity di Roma pada bulan Maret 2011. Dia bahkan mengunjungi kuburan imam (Paul Wattson) yang memulai gerakan global Minggu Doa bagi Persatuan.

Kebutaan rohani yang merajalela dalam gerakan Injili hari ini adalah hasil dari “penolakan terhadap separasi” dan korupsi yang mengikuti keputusan adalah hasil dari “pergaulan yang buruk” (1 Kor. 15:53).

Pada tahun 1990an, Armstrong adalah editor dari buku Roman Catholicism: Evangelical Protestants Analyze What Divides and Unites Us (Moody Press, 1994). Buku tersebut sama sekali mengabaikan perintah Alkitab untuk menandai dan menghindari kesalahan dan kesesatan doktrinal (misalnya Roma 16:17; 2 Tim. 3:5), yang adalah satu-satunya perlindungan yang pasti terhadap ragi penyesatan.

Michael Horton menyimpulkan dalam pasal yang dia tulis, “Apa yang Masih Memisahkan Kita?” dengan kata-kata ini: “Saya bukan mengusulkan bahwa kita berhenti mencoba menuju persatuan yang nyata, atau bahwa kita menolak untuk berdialog dengan orang-orang Roma Katolik yang awam maupun theolog, yang banyak di antara mereka adalah saudara-saudara seiman” (Roman Catholicism, hal. 264).

Sumber: Way of Life / Graphe Ministry / STT GITS