Gembala IM, Martir Dari Korea

“Tetapi saya bukanlah seorang Komunis. Engkau harus percaya padaku”, seru gembala Im ketika PBB menduduki wilayah itu pada bulan september 1950. Tentara-tentara komunis korea utara telah memenjarakan Im selama 2 tahun karena berkhotbah kepada orang-orang lain tentang Kristus dan menolak mengubah khotbah-khotbahnya menjadi propaganda yang mendukung ajaran Marxis.

Ketika pasukan PBB tiba, ia merasa yakin akan bebas lagi. Namun, mereka salah mengira dia sebagai seorang komunis dan memasukkannya ke dalam penjara bersama dengan tahanan komunis lainnya.

Sebagai seorang yang penuh belas kasihan dan menerima situasi tersebut sebagai kehendak Allah, gembala IM bersaksi kepada tahanan-tahanan komunis yang ada di sana. Banyak yang bertobat kepada Kristus. “Kami terus menerus mendengar tentang pengkhotbah penjara ini”, kata seorang misionaris amerika kepada temannya yang sedang berkunjung ke Korea sebagai hamba Tuhan di ketentaraan.

“Karena dia mengenal para tahanan dengan baik, saya penasaran apakah dia mau membantu kita mengadakan kebaktian penginjilan ?”, tanya hamba Tuhan ini. Allah menjawab doa mereka.

Para misionaris amerika itu mendapatkan ijin untuk bertemu dengan gembala Im, dan pengkhotbah penjara itu dengan setia menolong dan berkhotbah di penjara-penjara di seluruh Korea Selatan. Ribuan komunis menerima Kristus. Dalam satu tahun, dua belas ribu tahanan bangun setiap pagi untuk mengikuti kebaktian doa pagi.

Gembala Im tidak pernah melihat keluarganya lagi, namun ribuan orang menjadi saudara-saudaranya di dalam Kristusn di dalam penjara.

“Apa maksudnya ?”, ini adalah pertanyaan di pikiran setiap orang ketika kita melihat penderitaan dan kekerasan yang tidak adil. Bagaimanapun juga, kita tidak dapat selalu mengetahui rancangan Allah. Kita hanya dapat mengetahui bahwa rancangan itu adalah rancangan yang indah dan untuk kebaikan kita. Kita seperti orang yang mencoba menyusun potongan-potongan puzzel yang tersebar di atas meja. Kita melihat dari sisi ke sisi dan melihat dengan segera potongan-potongan puzzel tersebut tidak cocok satu dengan yang lain. Kita merasa frustasi dan takut. Namun Allah adalah jagonya puzzle, satu-satunya yang dapat melihat gambaran secara keseluruhan. Ia dapat melihat seluruh potongan-potongan itu saling mengisi satu dengan yang lain untuk rancangannya yang agung. Maukah engkau mempercayai Tuhan, puas dimanapun ia menempatkan engkau ?

Sumber: graphe-ministry.org