Fenomena Kuda Hijau Kuning Demonstrasi Mesir Februari 2011

Beberapa hari lalu dunia dikejutkan dengan munculnya pemberitaan bahwa seekor kuda hijau kuning terlihat di tengah – tengah para demonstran mesir yang berdemonstrasi dalam rangka menjatuhkan Hosni Mubarak. Melihat bentuk dan warna kuda yang muncul dan terekam kamera tersebut seakan inilah kuda yang ada di dalam kitab Wahyu 6:8, “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.”

Benarkah ini adalah sebuah penggenapan akan Firman Allah dalam kitab Wahyu 6:8 ?

Ada beberapa hal yang harus dipahami untuk mengkaji ini sebuah penggenapan akan Firman Allah atau bukan.

Pertama, Firman Allah haruslah mudah dipahami. Ini berarti baik tulisan dan pelaksanaannya pun harus dipahami oleh manusia dengan mudah. Karena jika sebuah Firman Allah tidak dapat dipahami tentu akan sia – sia Allah berfirman pada manusia. Oleh karena mudah dipahami Allah menggunakan bahasa yang sangat jelas dan Allah pun memberi petunjuk kapan pelaksanaan atas nubuatan yang diberikannya. Meski tidak secara tepat waktu pelaksanaan berupa tahun – tahun namun sejarah mencatat bahwa nubuatan dalam Alkitab tergenapi tepat berurutan sesuai dengan nubuatan yang telah difirmankanNya.

Kedua, belum tergenapinya proses pengangkatan (I Tesalonika 4:16-17). Jika Firman Allah adalah benar maka semua yang ada didalamnya pasti benar begitupun dengan urutan peristiwa dalam nubuatan yang diberikannya. Dalam I Tesalonika 4:16-17 terdapat masa pengangkatan yang mengawali masa tribulasi. Sedangkan saat ini masa pengangkatan belum terjadi dan penggenapan akan masa tribulasi yang diawal dengan pembukaan materai pertama pun belum terjadi. Hal ini akan sangat mudah dipahami bagi mereka yang memahami metodologi penafsiran Alkitab secara literal grammatikal historikal dimana metode penafsirannya adalah Alkitab menjelaskan segala peristiwa dengan benar dan tidak menggunakan segala pemaknaan simbolisasi untuk Firman Allah yang tersaji di Alkitab (Allegorical Hermeneutica).

Dengan pembahasan tersebut maka sangat kuat bila disimpulkan bahwa keberadaan atau kemunculan kuda kuning hijau tersebut sangatlah tidak tepat atau tidak sesuai dengan penggenapan dalam kitab Wahyu 6:8.