Dokter Eben Alexander Promosikan Meditasi New Age

Eben Alexander, penulis dari buku Proof of Heaven (Bukti Surga) yang sebentar lagi akan diterbitkan, adalah seorang pendukung berat meditasi New Age. Pengalaman “surga” yang dirasakan oleh Alexander ketika dia hampir mati menjadi cerita utama di majalah Newsweek di awal bulan ini. Ketika dalam kondisi koma karena infeksi meningitis bakterial pada tahun 2008, Alexander, seorang dokter bedah saraf lulusan Harvard, mengaku merasakan surga, lengkap dengan awan-awan, kaum keluarga yang sudah meninggal, jutaan kupu-kupu, “gerombolan makhluk-makhluk yang transparan dan berkilau-kilau,” dan perempuan-perempuan cantik dalam busana-busana menarik. Walaupun Alexander mengaku bahwa dia bukanlah seorang Kristen lahir baru dan tidak percaya Yesus Kristus sebagai Allah dan Juruselamat atau bahwa Alkitab diilhamkan secara ilahi, perempuan yang menjadi pemandu surgawinya memberitahu dia, “Kamu tidak perlu takut apa-apa,” dan “Kamu tidak bisa berbuat salah.”

Dia mengatakan bahwa pesan ini “membanjiri saya dengan sensasi lega yang luas dan gila.” Sepertinya Alexander telah menemukan surga versi The Shack, di mana “Allah” tidak menghakimi atau menuntut apa-apa dari manusia. Alexander adalah seorang pendukung berat praktek-praktek meditasi The Monroe Institute (TMI). Ini meliputi yoga, pengalaman luar tubuh, Reiki, dan Kundalini. TMI terhubung sebagai sahabat dengan Asosiasi Edgar Cayce yang okultik.

Lighthouse Trails (16 Okt. 2012) membuat pengamatan berikut: “Dr. Alexander percaya bahwa ‘malaikat terang’ yang dia lihat pada saat pengalaman hampir matinya adalah dari Surga, padahal Alkitab memperingatkan kita bahwa Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang, menyesatkan banyak orang. Dan di hari-hari gelap dan okultik menjelang kedatangan Kristus ini, panggung-nya sudah siap untuk menghantarkan munculnya seorang pemimpin dunia yang akan pada akhirnya menuntut umat manusia untuk menyembahnya. [Iblis menggunakan meditasi untuk menarik umat manusia menuju anti-kristus ini,] karena dalam posisi meditasi-lah manusia menjadi percaya bahwa Allah berada dalam segala sesuatu dan dalam semua orang (tidak perlu seorang Juruselamat, dan Yesus diubah dari Juruselamat menjadi teladan). Karena meditasi dengan cepat menjadi sesuatu yang normal di seluruh dunia, bahkan gereja-gereja Kristen kini ikut-ikutan [melalui praktek-praktek doa kontemplatif], “hari Tuhan” sungguh mendekat, dan kebanyakan orang sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi.”

EDITOR: Ini juga mengingatkan kita untuk tidak percaya pewahyuan apa pun di luar Alkitab setelah kanon selesai. Banyak orang Kristen yang merasa bahwa kesaksian-kesaksian tentang Surga atau neraka dari berbagai tokoh adalah hal yang baik, padahal semua itu adalah palsu dan usaha Iblis untuk membuat manusia teralihkan dari Alkitab kepada cerita-cerita.

Sumber: Way of Life / Graphe Ministry