Cahaya Kelap Kelip dan Musik Keras Pengaruhi Otak Seperti Kecanduan

musik-lampu-kelap-kelip-pengaruhnyaSebuah penelitian oleh University of British Columbia menemukan bahwa lampu yang silau berkelap-kelip (flashing) dan musik rock yang keras, seperti yang ada di kasino-kasino, membuat tikus-tikus mengambil “keputusan yang penuh resiko.”

Penelitian tersebut menemukan bahwa tikus pada umumnya belajar menghindari perilaku beresiko yang bisa mendatangkan hukuman, tetapi di bawah pengaruh lampu-lampu terang dan musik yang keras, mereka mengambil lebih banyak resiko (“Lights, music in casinos interact with brain like drug addiction,” UPI, 20 Jan. 2016).

Alasannya adalah karena cahaya dan musik seperti itu mengaktivasi reseptor dopamine D3 di otak, yaitu reseptor yang sama yang diduga berperan dalam kecanduan obat-obatan. Ini didemonstrasikan ketika reseptor dopamine tersebut diblok, maka tikus-tikus kembali ke sikap konservatif alami mereka mengenai pengambilan resiko.

Para pemilik kasino tentunya tahu akan hubungan ini sejak dulu, sehingga mereka menciptakan lingkungan dengan cahaya/musik yang khas di ruangan-ruangan berjudi. Banyak musisi rock & roll terkenal telah bersaksi bahwa musik rock adalah sejenis obat yang membuat kecanduan, tetapi banyak rocker Kristen kontemporer yang menertawakan bahaya semacam itu. Sekarang ada penelitian ilmiah yang telah mengkonfirmasi adanya hubungan antara musik dengan obat, minimal dengan tambahan lampu-lampu terang yang kelap kelip, yang sering sekali muncul di konser-konser rock “sekuler” sekaligus juga di berbagai “kebaktian Kristen kontemporer.”

Orang-orang Kristen yang masih berpikiran sehat, yang otaknya belum dikorupsi oleh musik dunia ini mampu menganalisis fakta-fakta ini secara wajar dan alkitabiah.

Sumber : Way of Life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order