Buah Pengetahuan Baik dan Jahat

Dalam kitab Kejadian 3 tertulis bagaimana manusia awalnya jatuh ke dalam dosa. Berawal dari sebuah perintah Allah agar tidak memakan buah yang ada di tengah taman eden (Kej 2:16-17), iblis menggunakan hal ini sebagai cara untuk menjatuhkan adam dan hawa ke dalam dosa. Beberapa pertanyaan sering muncul berkaitan dengan hal ini, salah satu nya adalah “Buah Terlarang Apakah yang Dimakan oleh Adam dan Hawa ?”. Menjawab pertanyaan yang masuk ke penulis Cakka.web.id, semoga tulisan ini berguna.

Beberapa penafsiran sekuler maupun dari kalangan theologi membuat penafsiran bahwa ada beberapa buah yang mengarah ke kemungkinan buah yang dimakan adam dan hawa.

1. Buah Yang Tidak Benar-Benar Ada (Perumpamaan)

Beberapa kalangan kristen dan non-kristen menyatakan bahwa buah yang tertulis dalam Kejadian 2:16-17 adalah buah yang tidak benar-benar ada. Buah tersebut hanyalah sebuah perumpamaan agar jangan adam dan hawa berbuat kesalahan, pelanggaran atau sesuatu pun yang tidak baik di Taman Eden.

2. Buah Ara/Fig

Nama lain fig adalah ara atau tin. Buah ini adalah salah satu yang paling sering dikaitkan dengan buah terlarang oleh sebagian kalangan. Karena menurut mereka, buah ara banyak tercantum di kitab dan beberapa kebudayaan. Para seniman juga sering menggambarkan daun yang menutupi aurat Adam & Hawa sebagai daun fig.

Di kalangan Yahudi sendiri, sebagian besar beranggapan bahwa buah Ara lah yang dimakan oleh Adam dan Hawa. Talmud Babilonia Yahudi dan beberapa legenda kuno lain menyamakan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat dengan pohon ara.

Rashi, seorang penafsir Yahudi terkenal yang dijuluki “bapak para penafsir”, memilih pohon ara karena sebagaimana Adam dan Hawa telah berdosa dari pohon ini, maka dari pohon ini pula mereka menutupi akibat dosa tersebut. Usulan ini juga sesuai dengan permainan bunyi dalam bahasa Latin dan Ibrani. Kata Latin peccare (“berdosa”) dianggap memiliki kaitan dengan kata Ibrani pag (buah ara yang belum masak). Alasan lain yang mendukung pandangan ini adalah catatan Alkitab bahwa mereka segera menutupi ketelanjangan mereka dengan daun ara (Kej 3:7). Hal ini menunjukkan bahwa letak pohon ara tersebut adalah yang paling dekat dengan mereka, sehingga mereka bisa dengan cepat menggapai daunnya.

3. Anggur

Konon, Hawa memetik buah anggur dan mengambil sarinya. Perasan anggur tersebut memiliki efek seperti wine, bisa membuat mabuk dan lupa diri. Diduga, karena buah inilah pakaian Adam & Hawa terlucuti.

4. Tomat

Dalam beberapa bahasa Slavia, tomat disebut ‘rajcica’ atau ‘paradajz’, keduanya juga berarti surga (paradise). Sebelum abad ke-17, tomat dianggap beracun di beberapa negara Eropa. Makanya, tomat sering dikait-kaitkan dengan buah terlarang dari surga.

5. Apel

Dalam Bahasa Latin, setan dan apel punya kata yang mirip, yaitu ‘malum’ dan ‘malum’. Karenanya, apel sering dikira buah terlarang. Apalagi, dalam Bahasa Inggris jakun laki-laki disebut ‘Adam’s apple’, karena konon si buah terlarang tersangkut di tenggorokan Adam saat ditelan.

6. Gandum

Meski bukan buah, gandum sering disangkutpautkan dengan buah terlarang di surga. Bisa jadi anggapan ini muncul karena dalam bahasa Ibrani gandum adalah ‘khitah’, mirip dengan ‘khet’ yang berarti dosa. Selain itu, konon dulunya gandum setinggi pohon palem dengan biji seukuran ginjal banteng besar. Karena ‘buah’ terlarangnya dimakan manusia, pohonnya dikutuk menjadi kecil seperti sekarang.

Kesimpulan:

Dalam berbagai pandangan Buah Ara mendominasi semua kemungkinan, hal ini berkaitan dengan Kejadian 3:7 dimana saat Adam dan Hawa menyadari bahwa mereka telanjang mereka menyemat daun ara untuk menutupi tubuhnya. Namun, ada hal lain yang harus diperhitungkan juga, seperti:

  • apakah pada saat itu hawa memetik buah pengetahuan baik dan jahat lalu membawanya kepada adam. Jika keadaannya seperti ini maka posisi hawa tidak lagi berada di dekat pohon ara dan ini berarti bukan Buah Ara lah yang menjadi Buah Pengetahuan Baik dan Jahat saat itu.
  • apakah pada saat itu adam yang menghampiri hawa ketika hawa sedang berada di dekat pohon pengetahuan baik dan jahat. Jika kondisinya seperti ini, memang sangat mungkin bahwa Buah Ara lah yang menjadi Buah Pengetahuan Baik dan Jahat pada saat itu.

Meskipun dari berbagai pandangan, menunjuk ke Buah Ara sebagai buah yang mungkin sebagai Buah Pengetahuan yang Baik dan yang Jahat. Namun, sikap orang kristen seharusnya adalah bukan mempermasalahkan buah apa yang Adam dan Hawa makan saat itu yang menyebabkan mereka jatuh dalam dosa melainkan menyadari bahwa mempercayai iblis adalah sebuah dosa.

Perihal pandangan bahwa buah tersebut tidaklah benar-benar ada adalah sebuah pemahaman dimana tidak memegang teguh Alkitab sebagai Firman Tuhan yang mutlak benar melainkan menganggap bahwa Firman Tuhan penuh dengan kiasan dan perumpamaan. Memang di dalam Alkitab terdapat berbagai perumpamaan. Namun, setiap perumpamaan tersampaikan dalam bahasa yang jelas. Firman Tuhan sebagai media untuk mengenal dan memahami Allah, setiap rencana Allah dan perjalanan sejarah bersama Allah haruslah bersifat benar, tidak sulit dipahami dan tidak memiliki kiasan tanpa penjelasan. Sebab, jika Firman Allah dipenuhi oleh berbagai kiasan atau perumpaan dengan tanpa penjelasan maka akan sangat banyak penafsiran subjektif yang akan muncul yang dapat menimbulkan berbagai pemahaman yang salah. Tentu Allah Yang Sempurna dan Maha Tahu sudah mengetahui hal ini dan tidak akan memberikan Firman yang memiliki pengertian yang alegoris atau bersifat subjektif.