Boko Haram: Presiden Nigeria Harus Menjadi Muslim

Boko Haram, sebuah organisasi ekstrimis agamawi terus melakukan serangan terhadap warga sipil maupun umat kristen bahkan beberapa serangan yang seminggu terakhir ini terjadi di Nigeria tepatnya di Okene, diasumsikan bahwa pelakunya adalah Boko Haram, sebuah grup teroris di sana yang memang seringkali menghilangkan nyawa. Meskipun mereka belum menyatakan apakah benar itu perbuatan mereka, kali ini secara terang-terangan mereka meminta presiden Nigeria untuk berpindah agama.

Di dalam video clip yang berulang kali ditayangkan selama sepekan ini, mereka meminta Presiden Goodluck Jonathan untuk pindah agama ke Islam atau berhenti jadi presiden, kata pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau. Jika dia pindah agama, maka Boko Haram akan menghentikan serangan-serangan mereka.

“Ketika rakyat Nigeria memilih Presiden Jonathan pada 2011, mereka tahu mereka memilih seorang Kristen,” menurut juru bicara presiden, Reuben Abati. “Dia punya mandat dari rakyat Nigeria untuk melayani negara kelahirannya. Dia tidak akan terpengaruh oleh ancaman itu.” tambahnya lagi.

Di Nigeria, 40 persen penduduknya merupakan umat Kristen, sebagian besar berdomisili di Nigeria utara. Karena itu, Boko Haram pernah bersumpah untuk “membersihkan” Nigeria utara. Boko Haram sendiri berdiri pada 2002, namun kampanye kekerasannya baru dimulai pertengahan 2009 saat pendirinya Mohammed Yusuf, meninggal tahun itu. Mereka punya dua organisasi. Organisasi yang lebih besar fokus mendeskriditkan pemerintahan Nigeria, sedangkan organisasi yang lebih kecil lebih berbahaya.

Sampai saat ini memang ada beberapa negara yang telah menaruh perhatiannya pada Boko Haram sebagai sebuah grup teroris yang berbahaya. Namun, korban masih saja terus berjatuhan. Jika dunia bisa menaruh perhatian untuk masyarakat Rohingya, mengapa tidak untuk masyarakat Nigeria?

Sumber: Jawaban.com