Belajar Disiplin Diri

disiplin diriSelama bertahun-tahun, saya telah mendapatkan kesempatan mengenal secara pribadi gitaris klasik ternama Christopher Parkening. Pada saat ia berusia tiga puluh, ia mahir menguasai alat musiknya. Tapi kemahirannya tersebut tidak didapat dengan mudah atau murah. Sementara anak-anak lain bermain dan bergabung dalam kegiatan olahraga, ia menghabiskan beberapa jam sehari berlatih gitar. Hasil dari komitmen disiplin diri ini adalah kemahirannya pada instrumen ini yang sedikit orang dapat menandinginya.

Disiplin diri adalah penting dalam setiap usaha dalam kehidupan. Definisi terbaiknya adalah kemampuan untuk mengatur perilaku seseorang dengan prinsip dan keputusan yang tepat, bukan oleh dorongan, keinginan, atau kebiasaan sosial. Dari sudut pandang alkitab, disiplin diri dapat diringkas dalam satu kata: ketaatan. Penerapan disiplin diri adalah menghindari kejahatan dengan tetap tinggal dalam batas-batas hukum Allah.
Saya bersyukur atas orang tua saya, pelatih, dosen, dan lainnya yang membantu saya mengembangkan disiplin diri dalam kehidupan saya sendiri. Orang-orang yang memiliki kemampuan untuk berkonsentrasi, fokus pada tujuan mereka, dan secara konsisten tetap dalam prioritas mereka cenderung akan berhasil. Apakah di bidang akademik, seni, atau atletik, keberhasilan umumnya berawal dari disiplin diri.

Karena disiplin diri sangat penting, bagaimana Anda mengembangkannya? Bagaimana orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkannya? Berikut adalah beberapa tips praktis yang telah saya rasakan manfaatnya:

  • Mulailah dengan hal-hal kecil.

Bersihkan kamar Anda di rumah atau meja Anda di tempat kerja. Latihlah diri Anda untuk menempatkan barang di tempat semula di mana barang tersebut diambil. Jadikanlah pepatah lama “Ada tempat untuk segala sesuatu dan segala sesuatu ada tempatnya” menjadi motto Anda. Setelah Anda membersihkan kamar atau meja, lanjutkanlah disiplin kerapian ke seluruh rumah dan tempat kerja Anda. Bawalah diri Anda pada tingkat keteraturan. Pelajari cara untuk menjaga lingkungan Anda bersih dan jelas sehingga Anda dapat beraktifitas tanpa segudang gangguan. Kerapian tersebut lebih lanjut akan mengembangkan disiplin diri dengan memaksa Anda untuk membuat keputusan tentang apa yang penting dan apa yang tidak.
Belajar disiplin diri dalam hal-hal kecil dalam kehidupan mempersiapkan jalan bagi keberhasilan besar. Di sisi lain, mereka yang tidak disiplin dalam hal-hal kecil kemungkinan akan tidak disiplin dalam masalah yang lebih penting. Dalam kata-kata Salomo, itu adalah rubah kecil yang merusak kebun-kebun anggur (Kidung Agung 2:15). Dan ketika hal ini diperhadapkan kepada integritas dan kredibilitas seseorang, tidak ada yang namanya masalah kecil.

Sebuah sajak terkenal, berdasarkan kekalahan Raja Richard III dari Inggris di pertempuran Bosworth Field 1485, menggambarkan pentingnya berkonsentrasi pada detail-detail kecil:

Karena menginginkan paku, sepatu hilang,
Karena menginginkan sepatu, kuda hilang,
Karena menginginkan kuda, pertempuran kalah,
Karena menginginkan pertempuran, kerajaan hilang,
Dan semuanya karena menginginkan paku tapal kuda.

  • Buatlah diri Anda sendiri terratur

Buatlah jadwal, apakah itu rinci atau umum yang Anda rasa nyaman, dan taatilah. Milikilah daftar kerja dari hal yang perlu Anda selesaikan. Menggunakan buku perencanaan harian atau program manajer informasi pribadi di komputer Anda akan sangat membantu. Tapi aturlah, sekalipun hanya dengan menuliskan janji dan daftar rencana kerja pada selembar kertas memo. Realitas sederhana adalah bahwa jika Anda sendiri tidak mengontrol waktu Anda, segala sesuatu dan semua orang lainlah yang akan mengontrol Anda.

  • Jangan terus-menerus mencari hiburan

Bila Anda memiliki waktu luang, lakukanlah hal-hal yang produktif, bukan hanya yang bersifat hiburan. Bacalah buku yang bagus, dengarkanlah musik klasik, berjalan-jalan, atau jalinlah percakapan dengan seseorang. Dengan kata lain, belajar untuk menghibur diri sendiri dengan hal-hal yang menantang, merangsang, dan membangun. Hal-hal yang tidak ada nilai kecuali semata-mata untuk menghibur memberikan kontribusi yang sangat kecil untuk kesejahteraan Anda.

  • Tepat waktulah

Jika Anda seharusnya berada di suatu tempat pada waktu tertentu, beradalah di sana tepat waktu. Rasul Paulus mengindikasikan penggunaan waktu yang tepat sebagai tanda kebijaksanaan rohani yang sejati: “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Efesus 5.: 15-16). Menjadi orang yang tepat waktu menandakan kehidupan yang teratur. Ini menunjukkan orang yang keinginan, kegiatan, dan tanggung jawabnya berada di bawah kendali. Menjadi orang yang tepat waktu juga mengakui pentingnya orang lain dan nilai waktu mereka.

  • Jagalah perkataan Anda

“Jangan lakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan,” George Washington muda menasihati dirinya, “tapi hati-hatilah dalam menjaga janji Anda.” Jika Anda mengatakan Anda akan melakukan sesuatu, lakukanlah – ketika Anda mengatakan Anda akan melakukannya dan bagaimana Anda akan melakukannya. Ketika Anda membuat komitmen, jalanilah. Seruan-seruan demi kedisiplinan itu untuk mengevaluasi dengan tepat apakah Anda memiliki waktu dan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Dan setelah Anda membuat komitmen, disiplin diri akan memungkinkan Anda untuk menepatinya.

  • Kerjakan tugas yang paling sulit terlebih dahulu

Kebanyakan orang melakukan hal yang berlawanan, menghabiskan waktu mereka melakukan tugas yang lebih mudah, tingkat prioritas rendah. Tapi ketika mereka kehabisan waktu (dan energi), tugas-tugas sulit, tingkat prioritas tinggi terabaikan tak terselesaikan.

  • Selesaikan apa yang Anda mulai

Kehidupan beberapa orang adalah rangkaian doa sedih proyek yang belum selesai. Dalam kata-kata penyair John Greenleaf Whittier, Dari semua kata sedih yang terucap atau tertulis, Yang paling menyedihkan adalah ini: “Itu mungkin!”
Jika Anda memulai sesuatu, selesaikanlah itu. Di sinilah letak kunci penting untuk mengembangkan disiplin diri.

  • Terimalah koreksi

Koreksi membantu Anda mengembangkan disiplin diri dengan menunjukkan kepada Anda apa yang Anda perlu hindari. Dengan demikian, tidak harus ditolak, tetapi diterima dengan senang hati. Salomo menulis “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. ” (Amsal 19:20).; dan ” Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi..” (Amsal 15: 31-32).

  • Praktekkan penyangkalan diri

Belajarlah untuk mengatakan tidak kepada perasaan-perasaan Anda dan keinginan-keinginan Anda yang datang tiba-tiba. Sekali sekali tolaklah kesenangan diri anda yang layak untuk Anda nikmati. Lewatkanlah hidangan penutup setelah makan. Minumlah segelas es teh daripada menyantap banana split yang Anda sukai. Jangan makan donat yang tertangkap mata Anda. Menahan diri dari hal-hal itu akan mengingatkan tubuh Anda siapa yang berkuasa.

  • Terimalah tanggung jawab

Relawan mengerjakan hal-hal yang perlu diselesaikan. Itu akan memaksa Anda untuk memiliki kehidupan yang cukup teratur untuk memiliki waktu bagi proyek-proyek tersebut.
Saran-saran praktis ini mungkin sepertinya tidak melibatkan prinsip-prinsip spiritual yang mendalam. Namun Anda tidak dapat memisahkan kehidupan Anda antara sekuler dan spiritual. Sebaliknya Anda harus hidup dalam setiap aspek kehidupan Anda untuk kemuliaan Allah (1 Kor. 10:31). Dan disiplin diri yang terus diupayakan meningkat dalam hal-hal yang tampaknya sederhana dalam kehidupan akan meluas ke alam roh.

Diterjemahkan oleh Sidi Pintaka

By Dr. John MacArthur

Dr. John MacArthur adalah salah satu teolog yang paling disegani di dunia karena ketegasannya dalam mengungkapkan kebenaran dan kedalamannya dalam memahami kebenaran Alkitab. Ia adalah seorang gembala jemaat di Grace Community Church,  Sun Valley, California, Amerika Serikat. Presiden dari The Master’s College and Seminary, dan pembicara terkemuka dalam konfrensi besar dan seminar yang dihadiri puluhan ribu pemimpin-pemimpin gereja. Ia juga adalah seorang penulis buku-buku rohani yang sangat produktif yang memenangkan banyak penghargaan dan menjadi best-seller.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order