Alkitab Bahasa Malaysia Ditahan

Malaysia kembali menunjukkan bahwa kebebasan beragama bagi umat kristen adalah sebuah teori yang tidak dilaksanakan sepenuhnya. Jika di Indonesia serangan terhadap umat kristen melalui sulitnya pembangunan gereja dan pencabutan ijin gereja, malaysia amat sering menyerang umat kristen terkait Alkitab. Dikutip dari Jawaban.com

The Christian Federation of Malaysia (CFM) yang berarti Perserikatan Kristen Malaysia dalam masa kekecewaan yang besar, muak, dan marah karena masalah yang sama terulang lagi yaitu dengan penahanan Alkitab di dalam bahasa nasional mereka, Bahasa Malaysia. Kali ini hal yang sama lagi terjadi di Kucing, Sarawak. Sebanyak 30.000 kopi dari Perjanjian Baru, Mazmur, dan Amsal saat ini ditahan.

Meskipun dulunya ada usaha pemerintah untuk melarang pemakaian kata ‘Allah’ di dalam Alkitab, pemerintah meyakinkan bahwa Alkitab di dalam Bahasa Malaysia ini, akan segera terbit secara gratis, setidaknya di Sabah dan Sarawak. Sejak Maret 2009, semua usaha untuk mengartikan Alkitab dalam bahasa Malaysia, entah itu melalui Bandar Klang maupun Bandar Kuching digagalkan juga.

Sebelumnya ada 5.000 kopi Alkitab yang dikirimkan pada Maret 2009 juga masih ditahan oleh Menteri Dalam Negeri di Klang. Namun akhirnya Perdana Menteri membuat keputusan untuk memberikan Alkitab tersebut bulan Desember 2009 yang akan dilaporkan kepada pemimpin CFM oleh beberapa menteri kabinet dan asisten mereka. Namun nyatanya, 5.000 kopi Alkitab itu tetap ditahan. Perdana Menteri terkejut dengan hal ini saat perayaan Natal tahun 2009 tersebut tapi tetap tidak ada yang dilakukan oleh pihak berwenang untuk meyakinkan bahwa Alkitab akan dibagikan.

Masyarakat Kristen di sana mencoba berbagai langkah, namun nampaknya pihak berwenang terus melancarkan, secara diam-diam, dan dengan program yang sistematis menentang Kristen di Malaysia agar mereka tidak bisa menerima Alkitab di dalam bahasa Malaysia. Padahal, masyarakat di sana dijamin kebebasan beragamanya sebagai bagian dari kebebasan dasar di bawah hukum Konstitusi Federal. Ini membuat kebebasan beragama tidak berarti apa-apa jika penganut suatu agama dilarang mengakses kitab mereka di dalam suatu bahasa yang dapat mereka mengerti.

Kita harapkan pemerintah Malaysia segera bertindak dan membuktikan integritas mereka sebagai negara yang menjamin kebebasan beragama warganya dengan memberikan Alkitab dalam bahasa Malaysia yang ditahan itu untuk para umat Kristen yang ada di sana.

Semoga saudara – saudara pengikut Kristus di Malaysia tetap dapat mengenal kebenaran Firman Allah meskipun upaya untuk penyebaran Alkitab terus menerus dihambat oleh pemerintahnya.

Update: Akhirnya pemerintah Malaysia memutuskan untuk membebaskan Alkitab yang ditahan, baca : Malaysia Bebaskan Alkitab yang Ditahan.